Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Nobar Film 'Pesta Babi' Dibubarkan?

J
Penulis: Juli Rambe❯
Poster Film
Poster Film 'Pesta Babi'. (Dok: youtube Indonesia Baru)

Advertisement

 

SUMUT POS- Polemik pemutaran film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita membuat satuan TNI di Papua buka suara. Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto, film tersebut belum mengantongi sertifikat lulus sensor dari Lembaga Sensor Film.

Karena itu, Kolonel Tri meminta masyarakat di Papua lebih bijak menyikapi ajakan dan rencana pemutaran film dan acara nonton bareng (nobar) film tersebut.

Advertisement

Melalui keterangan resminya pada Jumat (15/5), dia mengungkapkan bahwa setiap karya film yang dipertontonkan secara luas kepada publik wajib mengikuti ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.

”Kami mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilah informasi. Konten yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang dan berpotensi memicu distorsi informasi di tengah masyarakat,” kata dia.

Advertisement

Menurut Kolonel Tri, belum adanya sertifikasi resmi dari Lembaga Sensor Film menjadi alasan utama pemutaran film tersebut dinilai tidak tepat dilakukan di ruang publik.

Dia pun menekankan bahwa situasi keamanan dan stabilitas sosial di Papua harus tetap dijaga, terlebih di tengah berbagai program pembangunan yang saat ini terus berjalan di sejumlah wilayah.

Tidak hanya itu, perwira menengah TNI AD dengan tiga kembang di pundak tersebut mengingatkan bahwa penyebaran narasi visual yang bersifat tendensius tanpa melalui proses verifikasi dari otoritas berwenang berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu keharmonisan sosial masyarakat. Khususnya di Papua. Pihaknya tidak ingin ada narasi sepihak yang membenturkan masyarakat.

”Jangan sampai narasi-narasi sepihak membenturkan masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua. Kami menghimbau agar ruang-ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal, dan konstruktif,” terang dia.

Lebih lanjut, Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan akan terus memantau situasi guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga. Aparat TNI juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat di Papua tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah.

Advertisement

Artikel Terkait

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Tanggapi Film Pesta Babi, Mentan Amran Tegaskan Pengembangan Pangan Papua untuk Kepentingan Rakyat

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan pangan di Papua Selatan

Film 'Pesta Babi' Tentang Apa?

Film 'Pesta Babi' Tentang Apa?

Sinopsis film pesta babi bercerita tentang lahan di papua selatan dan 3 suku aslinya. Di mana lahan mereka menjadi proyek negara.

Tiket Special Screening Beautiful Pain di Medan Ludes, Kisah Perjuangan Niken Jadi Sorotan

Tiket Special Screening Beautiful Pain di Medan Ludes, Kisah Perjuangan Niken Jadi Sorotan

Tiket special screening film Beautiful Pain di Medan ludes terjual. Kisah perjuangan seorang ibu bangkit dari perceraian ini tayang 22 Oktob

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer