Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMKG Ingatkan Puncak Kemarau, El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi. puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026.(Instagram @pandemictalks)

Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (12/8/2026), BMKG memperkirakan sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus. Sementara itu, pada September 2026, sekitar 25,41 persen wilayah lainnya diperkirakan memasuki periode puncak kemarau.

Kondisi tersebut diperkuat dengan prediksi fenomena El Niño yang masih akan berlangsung hingga awal kuartal pertama 2027. Bahkan, intensitas El Niño diperkirakan mencapai kategori kuat sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

Advertisement

Mengantisipasi dampak kemarau panjang, BMKG meningkatkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau penyemaian awan. Operasi ini diprioritaskan di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Pekanbaru.

Selain upaya rekayasa cuaca, BMKG juga meminta sektor pertanian melakukan langkah adaptasi. Petani diimbau menyesuaikan jadwal awal musim tanam serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi minim air.

Advertisement

Kepala BMKG juga mengingatkan bahwa dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan sektor pangan dan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Masyarakat diminta mewaspadai penurunan kualitas udara akibat debu maupun asap karhutla, peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta perubahan pola penyebaran penyakit berbasis iklim seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Selain itu, kondisi suhu tinggi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas ekstrem atau heat stroke. Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air, mengurangi aktivitas berat di luar ruangan saat suhu tinggi, serta menjaga kondisi tubuh.

Dengan potensi kemarau yang lebih panjang dan pengaruh El Niño yang masih berlangsung, BMKG meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan agar dampak terhadap kehidupan masyarakat dapat diminimalkan.(lin)

Advertisement

Artikel Terkait

BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Agustus, Ini Daerah Terdampak

BMKG Prediksi Puncak Kemarau pada Agustus, Ini Daerah Terdampak

BMKG memprediksi puncak kemarau akan terjadi pada Agustus 2026. Ada beberapa wilayah yang terdampak dan El Nino terbentuk.

Kementan dan Pemda Perkuat Antisipasi Kemarau, Pastikan Pertanaman Padi Gunungkidul Aman Hingga Masa Panen

Kementan dan Pemda Perkuat Antisipasi Kemarau, Pastikan Pertanaman Padi Gunungkidul Aman Hingga Masa Panen

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang

Sejumlah  Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat, Warga Langkat hingga Madina Diminta Waspada

Sejumlah Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat, Warga Langkat hingga Madina Diminta Waspada

BMKG peringatkan potensi hujan lebat di Langkat, Humbahas, Tapteng, Tapsel, dan Madina dalam tiga hari ke depan. Warga diminta waspada banji

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer