Peringatan Erupsi Anak Krakatau Jadi Kendala Pencarian Lima Jurnalis

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Operasi pencarian lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang pemandu yang hilang di perairan Selat Sunda terus diperluas. Pergerakan arus dan angin membuat area pencarian bergeser ke arah barat daya hingga mendekati pesisir Lampung.
Tim SAR gabungan kini menyisir wilayah yang lebih luas berdasarkan peta prediksi pencarian. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena tim harus menyesuaikan pola operasi dengan dinamika arus dan angin di perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, keterbatasan jarak pandang turut menghambat proses pencarian. Selain itu, peringatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan tim di lapangan.
“Jarak pandang atau visibility yang terbatas serta adanya peringatan erupsi turut menjadi tantangan di lapangan,” terang Al Amrad, kemarin (9/9).
Baca Juga: Bupati Batu Bara Tinjau Banjir Gambus Laut, Kerusakan Jembatan Guntung Jadi Perhatian
Lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas.
Mereka menyewa sebuah speedboat untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9). Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi seorang kapten kapal, seorang kru kapal, dan seorang pemandu.
Operasi Hari Pertama Tidak Ditunda
Al Amrad sekaligus meluruskan informasi mengenai operasi SAR pada hari pertama yang disebut sempat ditunda karena kondisi cuaca.
Dia menegaskan, tidak ada penundaan dalam pelaksanaan operasi. Begitu menerima laporan mengenai hilangnya rombongan tersebut, tim langsung bergerak melakukan pencarian.
“Hari pertama kita tidak pernah menunda. Pas kami dapat info, kami langsung bergerak pada pukul 14.15 WIB,” tegasnya.



