
JAKARTA, SUMUT POS – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Dairi Prima Mineral (DPM), mulai dari Kopi Sinaok hingga aneka keripik pisang dan singkong, dipromosikan dalam ajang INACRAFT October Vol. 5 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, 7-11 Oktober 2026.
Produk olahan tersebut ditampilkan melalui stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi sebagai upaya memperkenalkan potensi produk lokal ke pasar yang lebih luas. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PT DPM dalam mendorong pengembangan UMKM melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Pembinaan yang dilakukan PT DPM mencakup seluruh tahapan usaha, mulai dari budidaya di sektor pertanian hingga pengolahan dan pemasaran produk. Di sektor hulu, perusahaan memberikan dukungan kepada petani melalui pembagian bibit kopi, kakao, dan durian beserta pendampingan pemeliharaannya.
Sementara itu, di sektor hilir, PT DPM mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu di Parongil dan sekitarnya, agar mampu mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai tambah.
Untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, PT DPM secara berkala menggelar pelatihan pengolahan pangan dengan melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Dairi.
Pada September 2026, pelatihan yang diberikan antara lain teknik menyangrai (roasting) kopi untuk menjaga karakter cita rasa lokal. Selain itu, pelaku UMKM juga mendapat pelatihan pembuatan dan pengemasan aneka keripik rumahan agar menghasilkan produk yang higienis, renyah, tahan lama, serta memiliki kemasan yang menarik.
Melalui pendampingan tersebut, hasil pertanian masyarakat diharapkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk siap konsumsi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar.
Chief Legal and External Relations PT DPM, Radianto Arifin, mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat membutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga perluasan akses pemasaran.
“Melalui program PPM, kami ingin mendorong pengembangan usaha masyarakat secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi budidaya di ladang, tetapi juga menyentuh kreativitas dapur rumahan ibu-ibu pelaku UMKM di Parongil. Kami mendampingi dari peningkatan keterampilan pengolahan, efisiensi produksi, hingga membuka akses pasar seperti ajang INACRAFT ini,” ujarnya.



