MEDAN, SUMUT POS- Ketua Tim Posko Darurat Bencana Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, memaparkan perkembangan penetapan lokasi hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Dalam keterangannya, Basarin menjelaskan bahwa pemerintah bersama pihak terkait telah menetapkan sejumlah titik lokasi dengan luasan lahan dan jumlah unit yang disesuaikan dengan kebutuhan korban terdampak.
“Penetapan lokasi hunian tetap dan hunian sementara ini dilakukan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami memastikan lahan yang digunakan legal dan layak untuk pembangunan, sehingga masyarakat bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” ujar Basarin saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Rabu (25/2/2026).
Kabupaten Tapanuli Selatan
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, sejumlah lokasi telah ditetapkan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.
Untuk hunian sementara, di antaranya berada di:
*PTPN IV Regional I Afdeling I Kebun Hapesong, Desa Perkebunan Hapesong, Kecamatan Batang Toru (123 unit).
*Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan (186 unit, sudah dihuni).
Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok (118 unit, sudah dihuni).
Beberapa lokasi lain di Kecamatan Angkola Selatan, Batang Toru, dan Angkola Sangkunur.
Sementara untuk hunian tetap, lokasi yang ditetapkan antara lain:
*Kecamatan Angkola Selatan (186 unit).
Kecamatan Angkola Sangkunur (71 unit).
Kecamatan Angkola Barat (143 unit).
Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru (699 unit).
Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok (118 unit).
Afdeling II Perkebunan Hapesong, Desa Sigala-gala, Kecamatan Batang Toru (208 unit).
Angkola Sangkunur (19 unit).
Basarin menyebut, sebagian hunian sementara di wilayah ini sudah dihuni oleh masyarakat.
“Beberapa titik hunian sementara seperti di Angkola Selatan dan Sipirok sudah ditempati warga. Ini menjadi prioritas kami agar korban segera mendapatkan tempat tinggal yang layak sembari menunggu pembangunan hunian tetap selesai,” jelasnya.
Kabupaten Tapanuli Utara
Di Kabupaten Tapanuli Utara, penetapan lokasi berada di Kecamatan Adiankoting, yakni:
*Desa Sibalangan (40 unit).
Desa Dolok Nauli (103 unit hunian tetap).
Sebagian unit hunian sementara di wilayah ini juga telah dihuni.
Kota Sibolga
Di Kota Sibolga, pembangunan hunian tetap tersebar di beberapa titik, antara lain:
*Jalan Sudirman samping Gedung Olahraga (200 unit).
Kecamatan Sibolga Selatan.
Lahan eks Lapangan Golf Mangga Dua.
Asrama Haji Pinangsori dan lahan samping Rusunawa Pandan.
Kabupaten Langkat
Di Kabupaten Langkat, hunian tetap direncanakan dan dibangun di:
Lahan HGU PTPN Desa Batu Malenggang.
Lahan PT Sri Timur Desa Lubuk Kasih.
Kecamatan Hinai (23 unit).
Kecamatan Brandan Barat (114 unit).
Kabupaten Tapanuli Tengah
Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, lokasi hunian tersebar di sejumlah kecamatan seperti Pandan, Tukka, Pinangsori, Badiri, Sitahuis, dan Sibabangun.
Beberapa di antaranya:
Rusunawa Pandan (77 unit).
Lahan di Pandan (90 unit, 84 sudah dihuni).
Tukka (12 unit, sudah dihuni).
Pinangsori (52 unit, 46 sudah dihuni).
Badiri (250 unit hunian sementara).
Pandan (500 unit hunian sementara).
Tapian Nauli (75 unit, rencana).
Basarin menegaskan bahwa proses pembangunan dilakukan secara bertahap, sesuai kesiapan lahan dan administrasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pihak perkebunan seperti PTPN IV, serta instansi terkait lainnya agar pembangunan hunian tetap ini berjalan sesuai target. Prinsipnya, keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk memastikan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan akses jalan tersedia di lokasi hunian.
Dengan penetapan berbagai lokasi ini, diharapkan para korban terdampak bencana di Sumatera Utara dapat segera menempati hunian yang lebih layak dan memulai kembali kehidupan mereka secara normal. (san/ram)
Editor : Juli Rambe