31.7 C
Medan
Tuesday, February 27, 2024
spot_img
spot_img

Asprov PSSI Sumut Didesak Gelar KLB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Prestasi sepak bola Sumatera Utara dinilai mengalami kemunduran. Selain itu munculnya kasus honor wasit belum dibayar menunjukkan bahwa pengelolaan sepak bola di Sumut tidak serius.

“Prestasi sepak bola Sumut mengalami kemunduran. Satu tim asal Sumut, yakni Sada sudah dipastikan degradasi dari Liga 2. Wakil Sumut di Piala Soeratin juga tidak bisa berbicara banyak,” ujar pemerhati sepak bola Sumut, Idris SE kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Idris menyebutkan, mundurnya prestasi tersebut karena buruknya pembinaan sepak bola di Sumut. Dia mengakui jarang ada kompetisi yang digelar di Sumut selain Piala Soeratin atau Liga 3.

“Piala Soeratin dan Liga 3 itu merupakan program dari pusat. Sedangkan untuk event lokal sendiri hampir tidak ada. Padahal dalam pembinaan sepak bola itu diperlukan kompetisi,” ungkap Idris.

Selain itu, Mantan CEO PSMS ini kecewa dengan munculnya kasus honor wasit yang bertugas di Piala Soeratin dan Liga 3 yang belum dibayar. Ini merupakan noda bagi sepak bola Sumatera Utara.

“Sangat memalukan jika honor wasit sampai belum dibayar. Padahal sebelum kompetisi digelar, panitia sudah menganggarkan honor wasit itu,” tambahnya.

Idris menambahkan, buruknya pengelolaan dan mundurnya prestasi sepak bola Sumut tersebut disebabkan hilangnya leader atau motor di Asprov PSSI Sumut. Asprov PSSI Sumut sendiri saat ini tanpa pemimpin setelah Kodrat Shah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Sepak bola Sumut memang sangat kehilangan sosok Almarhum Kodrat Shah. Untuk itu jangan dibiarkan kursi yang ditinggalkan almarhum kosong terlalu lama, sehingga berpengaruh terhadap pembinaan sepak bola Sumut,” paparnya.

Untuk itu, Idris mendesak agar Asprov PSSI Sumut segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda pemilihan Ketua Umum sesuai dengan statuta PSSI. Sebab, sepak bola Sumut membutuhkan sosok yang bisa menjadi leader atau motor untuk kemajuan sepak bola Sumut.

“Sosok ketua umum Asprov PSSI Sumut sangat dibutuhkan. Apalagi sebentar lagi ada pelaksanaan PON 2024. Sumut sebagai tuan rumah tentu memiliki target tinggi. Ini harus dipikirkan bersama-sama,” ungkapnya.

Idris pun mengajak semua insan sepak bola Sumut untuk bersatu. Jangan ada lagi pecah belah, karena akan merugikan diri sendiri. “Mari kita bersatu untuk kemajuan sepak bola Sumut,” ajaknya. (dek)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Prestasi sepak bola Sumatera Utara dinilai mengalami kemunduran. Selain itu munculnya kasus honor wasit belum dibayar menunjukkan bahwa pengelolaan sepak bola di Sumut tidak serius.

“Prestasi sepak bola Sumut mengalami kemunduran. Satu tim asal Sumut, yakni Sada sudah dipastikan degradasi dari Liga 2. Wakil Sumut di Piala Soeratin juga tidak bisa berbicara banyak,” ujar pemerhati sepak bola Sumut, Idris SE kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Idris menyebutkan, mundurnya prestasi tersebut karena buruknya pembinaan sepak bola di Sumut. Dia mengakui jarang ada kompetisi yang digelar di Sumut selain Piala Soeratin atau Liga 3.

“Piala Soeratin dan Liga 3 itu merupakan program dari pusat. Sedangkan untuk event lokal sendiri hampir tidak ada. Padahal dalam pembinaan sepak bola itu diperlukan kompetisi,” ungkap Idris.

Selain itu, Mantan CEO PSMS ini kecewa dengan munculnya kasus honor wasit yang bertugas di Piala Soeratin dan Liga 3 yang belum dibayar. Ini merupakan noda bagi sepak bola Sumatera Utara.

“Sangat memalukan jika honor wasit sampai belum dibayar. Padahal sebelum kompetisi digelar, panitia sudah menganggarkan honor wasit itu,” tambahnya.

Idris menambahkan, buruknya pengelolaan dan mundurnya prestasi sepak bola Sumut tersebut disebabkan hilangnya leader atau motor di Asprov PSSI Sumut. Asprov PSSI Sumut sendiri saat ini tanpa pemimpin setelah Kodrat Shah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Sepak bola Sumut memang sangat kehilangan sosok Almarhum Kodrat Shah. Untuk itu jangan dibiarkan kursi yang ditinggalkan almarhum kosong terlalu lama, sehingga berpengaruh terhadap pembinaan sepak bola Sumut,” paparnya.

Untuk itu, Idris mendesak agar Asprov PSSI Sumut segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda pemilihan Ketua Umum sesuai dengan statuta PSSI. Sebab, sepak bola Sumut membutuhkan sosok yang bisa menjadi leader atau motor untuk kemajuan sepak bola Sumut.

“Sosok ketua umum Asprov PSSI Sumut sangat dibutuhkan. Apalagi sebentar lagi ada pelaksanaan PON 2024. Sumut sebagai tuan rumah tentu memiliki target tinggi. Ini harus dipikirkan bersama-sama,” ungkapnya.

Idris pun mengajak semua insan sepak bola Sumut untuk bersatu. Jangan ada lagi pecah belah, karena akan merugikan diri sendiri. “Mari kita bersatu untuk kemajuan sepak bola Sumut,” ajaknya. (dek)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/