30.6 C
Medan
Wednesday, February 28, 2024
spot_img
spot_img

FOPI Sumut Ingin TC di Thailand

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atlet cabang olahraga (cabor) petanque Sumatera Utara (Sumut) terus bersiap menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Sumut dan Aceh. Usai menggelar dua try out di Pulau Jawa, kini persiapan menyasar pada pemusatan latihan (training camp).

Pelatih Kepala (head coach) tim petanque Sumut, Ibrahim Sembiring mengungkapkan, Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut, menjadwalkan training camp bagi atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON 2024 di Thailand.

Hal itu dia sampaikan saat Visitasi Petugas Posko Publikasi PON XXI/2024 Aceh-Sumut dipimpin Febrina Chairunisa ke Lokasi Pelatda Cabor PON XXI2024 di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (5/12/2023) siang.

“Setelah Lebaran kita minta training camp di Thailand. Di sana permainan tradisionalnya petanque ini. Master sudah banyak di sana, jadi kita fokus tryout dan training camp di Thailand. Jadwalnya antara bulan Februari atau pasca Lebaran, tergantung kesepakatan dengan KONI Sumut,” ujar pria yang juga Sekretaris FOPI Sumut itu.

Menurutnya, kegiatan training camp dilakukan untuk mempersiapkan mental atlet menuju PON 2024. Sementara itu, hingga akhir 2023, Ibrahim menyebut atlet FOPI Sumut telah mengikuti tryout yang juga bagian dalam rangka persiapan. Kendati belum semaksimal harapan, menurutnya sejumlah kemajuan terlihat pada atlet Sumut.

“Program try out, kemarin sudah dua kali kita try out di nasional, itu kita mengikuti kejuaraan yang ada di Surabaya. Kemudian di Unesa International Petanque, persiapannya untuk atlet-atlet sendiri, secara teknik dan strategi sudah ada kemajuan dari masing-masing atlet itu,” jelas Ibrahim.

Dia menjelaskan, dari hasil tryout, atlet petanque Sumut menembus seminfinal di dua nomor, sementara untuk ajang internasional satu nomor hanya menembus 16 besar.

Sebagai langkah persiapan lainnya, tahun 2024 mendatang, atlet petanque Sumut kembali akan menggelar tryout. Menurutnya, tryout diperlukan dalam rangka mematangkan persiapan para atlet.

“Pada dasarnya, kita memang kekurangan tryout. Rencananya di Jawa, karena kita di Sumut lawan kurang memadai tryout harus ke luar kota,” tambahnya.

Menurutnya, perlunya menggelar tryout di daerah seperti di Surabaya ditengarai kurang representatifnya kualitas lapangan di Sumut. Selain lapangan, kualitas bola juga memengaruhi kemampuan atlet dalam pertandingan. Untuk itu, FOPI Sumut berharap para atlet mendapatkan bola baru.

“Lapangan mereka (seperti di Surabaya) paving blok yang keras, kita di sini kerikil lebih tebal. Lapangan mempengaruhi, kualitas bola juga mempengaruhi. Dari segi perlengkapan kami, bola ini udah aus, di pertandingan nanti bola harus baru,” tandasnya.

Untuk itu, Ibrahim berharap, Dinas pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut menyediakan bola baru bagi para atlet. Dia berharap, setidaknya 20 atlet yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri pelatda petanque diberikan dua set bola.

“Bola paling perlu dan penting karena merupakan senjata bagi atlet. Bola yang dipakai terus-menerus akan aus dan menipis. Bagi bola yang serinya tidak kelihatan tidak boleh dimainkan. Jadi minimal dua set bola untuk tiap atlet sebelum berangkat,” pungkasnya. (dek)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atlet cabang olahraga (cabor) petanque Sumatera Utara (Sumut) terus bersiap menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Sumut dan Aceh. Usai menggelar dua try out di Pulau Jawa, kini persiapan menyasar pada pemusatan latihan (training camp).

Pelatih Kepala (head coach) tim petanque Sumut, Ibrahim Sembiring mengungkapkan, Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumut, menjadwalkan training camp bagi atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON 2024 di Thailand.

Hal itu dia sampaikan saat Visitasi Petugas Posko Publikasi PON XXI/2024 Aceh-Sumut dipimpin Febrina Chairunisa ke Lokasi Pelatda Cabor PON XXI2024 di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (5/12/2023) siang.

“Setelah Lebaran kita minta training camp di Thailand. Di sana permainan tradisionalnya petanque ini. Master sudah banyak di sana, jadi kita fokus tryout dan training camp di Thailand. Jadwalnya antara bulan Februari atau pasca Lebaran, tergantung kesepakatan dengan KONI Sumut,” ujar pria yang juga Sekretaris FOPI Sumut itu.

Menurutnya, kegiatan training camp dilakukan untuk mempersiapkan mental atlet menuju PON 2024. Sementara itu, hingga akhir 2023, Ibrahim menyebut atlet FOPI Sumut telah mengikuti tryout yang juga bagian dalam rangka persiapan. Kendati belum semaksimal harapan, menurutnya sejumlah kemajuan terlihat pada atlet Sumut.

“Program try out, kemarin sudah dua kali kita try out di nasional, itu kita mengikuti kejuaraan yang ada di Surabaya. Kemudian di Unesa International Petanque, persiapannya untuk atlet-atlet sendiri, secara teknik dan strategi sudah ada kemajuan dari masing-masing atlet itu,” jelas Ibrahim.

Dia menjelaskan, dari hasil tryout, atlet petanque Sumut menembus seminfinal di dua nomor, sementara untuk ajang internasional satu nomor hanya menembus 16 besar.

Sebagai langkah persiapan lainnya, tahun 2024 mendatang, atlet petanque Sumut kembali akan menggelar tryout. Menurutnya, tryout diperlukan dalam rangka mematangkan persiapan para atlet.

“Pada dasarnya, kita memang kekurangan tryout. Rencananya di Jawa, karena kita di Sumut lawan kurang memadai tryout harus ke luar kota,” tambahnya.

Menurutnya, perlunya menggelar tryout di daerah seperti di Surabaya ditengarai kurang representatifnya kualitas lapangan di Sumut. Selain lapangan, kualitas bola juga memengaruhi kemampuan atlet dalam pertandingan. Untuk itu, FOPI Sumut berharap para atlet mendapatkan bola baru.

“Lapangan mereka (seperti di Surabaya) paving blok yang keras, kita di sini kerikil lebih tebal. Lapangan mempengaruhi, kualitas bola juga mempengaruhi. Dari segi perlengkapan kami, bola ini udah aus, di pertandingan nanti bola harus baru,” tandasnya.

Untuk itu, Ibrahim berharap, Dinas pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut menyediakan bola baru bagi para atlet. Dia berharap, setidaknya 20 atlet yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri pelatda petanque diberikan dua set bola.

“Bola paling perlu dan penting karena merupakan senjata bagi atlet. Bola yang dipakai terus-menerus akan aus dan menipis. Bagi bola yang serinya tidak kelihatan tidak boleh dimainkan. Jadi minimal dua set bola untuk tiap atlet sebelum berangkat,” pungkasnya. (dek)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/