31.7 C
Medan
Tuesday, February 27, 2024
spot_img
spot_img

Chairunisa Adinda Yakin Raih Emas PON 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut merupakan yang kedua bagi Chairunisa Adinda Putri. Atlet loncat indah asal Kota Medan ini pun yakin mampu meraih medali emas.

“Dengan latihan yang sungguh-sungguh, support system yang hebat dari keluarga, pelatih, juga rekan latihan, InsyaAllah saya yakin bisa meraih emas di PON 2024,” ujar Chairunisa Adinda Putri.

Ini merupakan PON kedua bagi Chairunisa Adinda. Sebelumnya atlet berusia 21 tahun tersebut telah tampil pada PON Papua 2021. Saat itu, dia masih gagal menyumbangkan medali, karena hanya berada di posisi kelima.

“Pada PON Papua tahun 2021 lalu, saya peringkat kelima di nomor Event Synchro Women Springboard 3 meter dan Synchro Women Platform 5 meter,” ungkap mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi tersebut.

Pada PON kali ini, putri pasangan Yedri Saputra dan Vivi Chairina tersebut tidak ingin gagal lagi. Dia membidik medali emas dari dua nomor yang akan diikuti, yakni Synchro Mix Springboard 3 meter dan Synchro Women Springboard 3 meter.

“PON 2024 ini akan digelar di Sumatera Utara. Sebagai tuan rumah, saya tentu tidak ingin gagal. Saya ingin meraih medali emas dan membahagiakan kedua orang tua,” jelasnya.

Alumni SMA Swasta Dharma Pancasila Medan ini mengaku termotivasi karena kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh. Meski kedua orang tuanya tidak memberikan target khusus, tapi dia ingin memberikan prestasi.

“Kedua orang tua tidak ada memberikan target khusus. Bahkan ketika saya pertama kali menekuni olahraga, orang tua tidak pernah menekankan untuk meraih prestasi. Mereka hanya berpesan untuk tampil lebih enjoy,” jelasnya.

Chairunisa Adinda mengakui persaingan di PON 2024 nanti bakal bersaing sengit. Untuk nomor yang diikutinya, dia memprediksi saingan bakal datang dari DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Tapi dengan latihan keras, saya yakin bisa menjadi terbaik. Meskipun saat ini latihan kami terkendala karena Kolam Renang Selayang sedang direnovasi. Kami juga sempat latihan ke Malaysia,” sebutnya.

Karena Kolam Renang Selayang sedang direnovasi, atlet loncat indah Sumut fokus meningkatkan fisik. “Selama Pelatda kami fokus meningkatkan fisik dengan nge-gym. Kami latihan 10 kali dalam seminggu,” tandasnya.

Chairunisa Adinda tidak gentar meski akan bersaing dengan kakak sendiri pada PON 2024 nanti. Saat ini sang kakak membela DKI Jakarta.

“Meski akan bersaing dengan kakak sendiri, saya tidak gentar. Saya menganggap dia (kakak) bukan saingan, tapi rekan. Kami selalu saling mendoakan jika tampil dalam kejuaraan,” jelasnya.

Sang kakak memang memiliki peran penting dalam karir gadis kelahiran 19 April 2002 tersebut. Sebab dari sang kakak lah dia mengenal loncat indah.

“Dari kecil saya sering melihat kakak latihan di Kolam Renang Selayang. Saya kemudian tertarik untuk berlatih juga. Saya kemudian mulai latihan tapi belum fokus. Saya bahkan sempat berlatih bulutangkis dan panahan. Namun mulai kelas 2 SMP, saya kembali fokus ke loncat indah,” ungkapnya.

Alumni SMP Swasta Mayjend Sutoyo SM Medan ini mengakui menjadi atlet loncat indah itu memang tidak mudah. Pasalnya jarang ada event digelar. Paling banyak event digelar dua kali dalam setahun.

“Terkadang event digelar pada pertengahan tahun atau akhir tahun. Saya tidak bisa ikut karena fokus juga ke pendidikan,” tambahnya.

Meski begitu, Chairunisa Adinda pernah meraih medali pada Indonesia Open Aquatic Championship 2019 dan Kejurda 2022. “Prestasi itu belum memuaskan saya. Saya ingin meraih medali emas PON,” pungkasnya. (dek)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut merupakan yang kedua bagi Chairunisa Adinda Putri. Atlet loncat indah asal Kota Medan ini pun yakin mampu meraih medali emas.

“Dengan latihan yang sungguh-sungguh, support system yang hebat dari keluarga, pelatih, juga rekan latihan, InsyaAllah saya yakin bisa meraih emas di PON 2024,” ujar Chairunisa Adinda Putri.

Ini merupakan PON kedua bagi Chairunisa Adinda. Sebelumnya atlet berusia 21 tahun tersebut telah tampil pada PON Papua 2021. Saat itu, dia masih gagal menyumbangkan medali, karena hanya berada di posisi kelima.

“Pada PON Papua tahun 2021 lalu, saya peringkat kelima di nomor Event Synchro Women Springboard 3 meter dan Synchro Women Platform 5 meter,” ungkap mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi tersebut.

Pada PON kali ini, putri pasangan Yedri Saputra dan Vivi Chairina tersebut tidak ingin gagal lagi. Dia membidik medali emas dari dua nomor yang akan diikuti, yakni Synchro Mix Springboard 3 meter dan Synchro Women Springboard 3 meter.

“PON 2024 ini akan digelar di Sumatera Utara. Sebagai tuan rumah, saya tentu tidak ingin gagal. Saya ingin meraih medali emas dan membahagiakan kedua orang tua,” jelasnya.

Alumni SMA Swasta Dharma Pancasila Medan ini mengaku termotivasi karena kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh. Meski kedua orang tuanya tidak memberikan target khusus, tapi dia ingin memberikan prestasi.

“Kedua orang tua tidak ada memberikan target khusus. Bahkan ketika saya pertama kali menekuni olahraga, orang tua tidak pernah menekankan untuk meraih prestasi. Mereka hanya berpesan untuk tampil lebih enjoy,” jelasnya.

Chairunisa Adinda mengakui persaingan di PON 2024 nanti bakal bersaing sengit. Untuk nomor yang diikutinya, dia memprediksi saingan bakal datang dari DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Tapi dengan latihan keras, saya yakin bisa menjadi terbaik. Meskipun saat ini latihan kami terkendala karena Kolam Renang Selayang sedang direnovasi. Kami juga sempat latihan ke Malaysia,” sebutnya.

Karena Kolam Renang Selayang sedang direnovasi, atlet loncat indah Sumut fokus meningkatkan fisik. “Selama Pelatda kami fokus meningkatkan fisik dengan nge-gym. Kami latihan 10 kali dalam seminggu,” tandasnya.

Chairunisa Adinda tidak gentar meski akan bersaing dengan kakak sendiri pada PON 2024 nanti. Saat ini sang kakak membela DKI Jakarta.

“Meski akan bersaing dengan kakak sendiri, saya tidak gentar. Saya menganggap dia (kakak) bukan saingan, tapi rekan. Kami selalu saling mendoakan jika tampil dalam kejuaraan,” jelasnya.

Sang kakak memang memiliki peran penting dalam karir gadis kelahiran 19 April 2002 tersebut. Sebab dari sang kakak lah dia mengenal loncat indah.

“Dari kecil saya sering melihat kakak latihan di Kolam Renang Selayang. Saya kemudian tertarik untuk berlatih juga. Saya kemudian mulai latihan tapi belum fokus. Saya bahkan sempat berlatih bulutangkis dan panahan. Namun mulai kelas 2 SMP, saya kembali fokus ke loncat indah,” ungkapnya.

Alumni SMP Swasta Mayjend Sutoyo SM Medan ini mengakui menjadi atlet loncat indah itu memang tidak mudah. Pasalnya jarang ada event digelar. Paling banyak event digelar dua kali dalam setahun.

“Terkadang event digelar pada pertengahan tahun atau akhir tahun. Saya tidak bisa ikut karena fokus juga ke pendidikan,” tambahnya.

Meski begitu, Chairunisa Adinda pernah meraih medali pada Indonesia Open Aquatic Championship 2019 dan Kejurda 2022. “Prestasi itu belum memuaskan saya. Saya ingin meraih medali emas PON,” pungkasnya. (dek)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/