31.7 C
Medan
Tuesday, February 27, 2024
spot_img
spot_img

Wahyu Ingin Ukir Sejarah di PON 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tampil untuk pertama kalinya membuat Wahyudi Sahputra sangat termotivasi menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatwra Utara. Atlet loncat indah itu ingin mengukir sejarah pada even akbar olahraga Tanah Air itu.

Wahyudi Sahputra merupakan salah satu atlet loncat indah Sumatera Utara yang dipersiapkan menuju PON 2024. Atlet asal Kota Medan itu kini masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang digelar KONI Sumut.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan diri menghadapi PON 2024. Di Pelatda, saya menjalani latihan 10 sesi dalam seminggu,” ujar Wahyudi Sahputra.

Atlet berusia 22 tahun ini menjelaskan, dia akan tampil di dua nomor pada PON 2024 nanti. Keduanya adalah Individu Menara Syncro Papan 3 meter dan Syncro Mix Menara.

Pria yang akrab dipanggil Wahyu tersebut tidak ingin membuang kesempatan tampil di PON 2024 ini. Dia ingin membuat sejarah dengan meraih medali emas.

“Ini merupakan pertama kalinya saya tampil di PON. Saya tidak ingin membuang kesempatan ini. Saya ingin meraih medali emas,” tegasnya.

Putra bungsu dari pasangan Sugianto dengan Nurlela tersebut mengakui persaingan di PON nanti tidaklah mudah. Provinsi lain dipastikan juga sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Namun dengan perjuangan keras dan motivasi tinggi, dia yakin bisa mewujudkan mimpinya tersebut. “Saya ingin meraih prestasi dan mempersembahkan kepada kedua orang tua yang telah mendukung saya menekuni loncat indah ini,” tegasnya.

Ya, alumni SKO Ragunan ini pertama kali menekuni loncat indah atas saran orang tuanya. Awalnya dia menekuni renang mulai kelas 2 SD, namun dia beralih ke loncat indah setahun kemudian.

Dari loncat indah itu juga, Wahyu bisa menembus pendidikan di SKO Ragunan. Dia mendapat undangan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah khusus olahraga itu setelah tampil pada Kejurnas Renang tahun 2013 di Jakarta.

“Jadi pada Kejurnas 2013 saya meraih medali perak dari nomor papan 1 meter dan 3 meter. Ternyata saat itu saya dipantau oleh pihak SKO Ragunan,” ungkapnya.

Selama menempuh pendidikan dan latihan di SKO Ragunan, Wahyu meraih segudang prestasi. Dia meraih prestasi di sejumlah Kejurnas. Terakhir adalah peringkat ketiga pada Festival Aquatik di Jakarta tahun 2022.

“Saya memang pernah meraih prestasi di sejumlah Kejurnas. Tapi itu belum memuaskan, karena target saya adalah medali di PON 2024,” pungkasnya. (dek)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tampil untuk pertama kalinya membuat Wahyudi Sahputra sangat termotivasi menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatwra Utara. Atlet loncat indah itu ingin mengukir sejarah pada even akbar olahraga Tanah Air itu.

Wahyudi Sahputra merupakan salah satu atlet loncat indah Sumatera Utara yang dipersiapkan menuju PON 2024. Atlet asal Kota Medan itu kini masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang digelar KONI Sumut.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan diri menghadapi PON 2024. Di Pelatda, saya menjalani latihan 10 sesi dalam seminggu,” ujar Wahyudi Sahputra.

Atlet berusia 22 tahun ini menjelaskan, dia akan tampil di dua nomor pada PON 2024 nanti. Keduanya adalah Individu Menara Syncro Papan 3 meter dan Syncro Mix Menara.

Pria yang akrab dipanggil Wahyu tersebut tidak ingin membuang kesempatan tampil di PON 2024 ini. Dia ingin membuat sejarah dengan meraih medali emas.

“Ini merupakan pertama kalinya saya tampil di PON. Saya tidak ingin membuang kesempatan ini. Saya ingin meraih medali emas,” tegasnya.

Putra bungsu dari pasangan Sugianto dengan Nurlela tersebut mengakui persaingan di PON nanti tidaklah mudah. Provinsi lain dipastikan juga sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Namun dengan perjuangan keras dan motivasi tinggi, dia yakin bisa mewujudkan mimpinya tersebut. “Saya ingin meraih prestasi dan mempersembahkan kepada kedua orang tua yang telah mendukung saya menekuni loncat indah ini,” tegasnya.

Ya, alumni SKO Ragunan ini pertama kali menekuni loncat indah atas saran orang tuanya. Awalnya dia menekuni renang mulai kelas 2 SD, namun dia beralih ke loncat indah setahun kemudian.

Dari loncat indah itu juga, Wahyu bisa menembus pendidikan di SKO Ragunan. Dia mendapat undangan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah khusus olahraga itu setelah tampil pada Kejurnas Renang tahun 2013 di Jakarta.

“Jadi pada Kejurnas 2013 saya meraih medali perak dari nomor papan 1 meter dan 3 meter. Ternyata saat itu saya dipantau oleh pihak SKO Ragunan,” ungkapnya.

Selama menempuh pendidikan dan latihan di SKO Ragunan, Wahyu meraih segudang prestasi. Dia meraih prestasi di sejumlah Kejurnas. Terakhir adalah peringkat ketiga pada Festival Aquatik di Jakarta tahun 2022.

“Saya memang pernah meraih prestasi di sejumlah Kejurnas. Tapi itu belum memuaskan, karena target saya adalah medali di PON 2024,” pungkasnya. (dek)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/