Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LavAni Juara Putaran Dua Proliga 2026

J
Penulis: Juli Rambe❯
Ekspresi official, pelatih, dan pemain LavAni setelah menjuarai putaran pertama Proliga 2026. (Dok Proliga)
Ekspresi official, pelatih, dan pemain LavAni setelah menjuarai putaran pertama Proliga 2026. (Dok Proliga)

Advertisement

 

SUMUT POS– Jakarta LavAni Livin' Transmeda meraih juara putaran kedua, setelah pada laga penentuan mengalahkan Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-20, 25-15, 18-25, 25-22) dalam lanjutan Final Four Proliga seri tiga di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (19/4/2026).

Kemenangan ini tidak hanya memastikan LavAni sebagai juara putaran kedua Final Four, tetapi juga mengukuhkan status mereka sebagai tim tak terkalahkan selama babak empat besar.

Advertisement

Dengan menjadi juara putaran kedua ini, LavAni mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp60 juta.

Sejak awal set pertama. LavAni langsung menurunkan "Dream Team" mereka, termasuk Dio Zulfikri sebagai pengatur serangan, Hendra Kurniawan di posisi middle blocker, serta trio maut Boy Arnes, Taylor Sander, dan Georg Grozer. Sejak peluit dibunyikan, LavAni langsung bermain menekan.

Advertisement

​Meski Jakarta Bhayangkara Presisi yang dikomandoi Nizar Zulfikar berusaha mengimbangi melalui serangan Rendy Tamamilang dan Bardia Saadat, pertahanan LavAni terlalu kokoh. Boy Arnes dkk menutup set pertama dengan keunggulan 25-20.​

​Memasuki set kedua, Bhayangkara Presisi mencoba mengubah strategi untuk meredam bombardir serangan lawan. Namun, konsistensi permainan LavAni justru meningkat. Georg Grozer dan Taylor Sander berulang kali menembus blokir lawan dengan spike keras. Set ini berjalan berat sebelah dan berakhir dengan skor telak 25-15 untuk kemenangan LavAni.

​Tertinggal dua set, Bhayangkara Presisi tak menyerah begitu saja. Rendy Tamamilang, Agil Angga, dan Martin Atanasov mulai menemukan celah di lini pertahanan LavAni. Kali ini, koordinasi serangan Bhayangkara jauh lebih rapi, sementara LavAni sempat kehilangan momentum. Set ketiga menjadi milik Bhayangkara Presisi dengan skor 18-25, sekaligus memperkecil kedudukan.

​Set keempat, berlangsung dramatis dan penuh determinasi. Kedua tim saling kejar-mengejar angka. Tak ingin pertandingan berlanjut ke full set, LavAni kembali mengintensifkan serangan. Melalui blok-blok poin dari Hendra Kurniawan dan penyelesaian akhir yang dingin dari Boy Arnes, LavAni akhirnya menyudahi perlawanan sengit Bhayangkara dengan skor 25-22.

​Rekor Sempurna Menuju Grand Final

Advertisement

Artikel Terkait

Bhayangkara Presisi Jadi Klub Pertama Indonesia Raih Juara di Level Asia

Bhayangkara Presisi Jadi Klub Pertama Indonesia Raih Juara di Level Asia

Bhayangkara Presisi menjadi juara di AVC Mens 2026. Ini menjadi sejarah karena menjadi klub pertama tembus Asia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer