
MEDAN, SUMUT POS - Bayang-bayang melemahnya kekuatan Sumatera Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai terasa. Lebih dari 50 atlet dikabarkan mengajukan permohonan pindah ke provinsi lain.
Di balik gelombang ini, tersimpan kegelisahan akan honor dinilai tak sebanding dengan perjuangan.
Sejumlah atlet mengaku mulai kehilangan motivasi setelah merasa kurang dihargai secara finansial.
Honor yang diterima atlet Pelatda yang Program Pembinaan Intensif (PPI) KONI Sumut disebut hanya sekitar Rp1,966 juta per bulan. Jumlah tersebut jauh dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara tahun 2026.
Angka itu dinilai jauh dari cukup untuk menunjang kebutuhan hidup, apalagi bagi atlet yang harus menjalani latihan intensif dan meninggalkan pekerjaan lain.
“Iya, kali gaji segitu dengan aturan yang makin ribet,” ujar seorang atlet peraih medali PON 2024 yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini memicu dilema. Di satu sisi, mereka ingin tetap membela daerah. Namun di sisi lain, kebutuhan hidup dan masa depan menjadi pertimbangan realistis. Tak sedikit yang mulai melirik provinsi lain yang dinilai lebih menjanjikan dari segi kesejahteraan dan pembinaan.
Keresahan para atlet juga ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menilai kepindahan atlet adalah hal wajar di tengah minimnya perhatian terhadap kesejahteraan.
“Wajar atlet pindah, mereka cari yang jelas. Hidup gak ada yang gratis sekarang,” tulis salah satu netizen.



