alexametrics
30.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022
spot_img

PT LI Bingung Tentukan Tuan Rumah

JAKARTA – PT Liga Indonesia (PT LI) dilanda kebingungan. Banyaknya klub yang mengajukan diri membuat mereka tak bisa memutuskan tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama 2010-2011. Padahal, sebelumnya mereka berencana mengumumkan tuan rumah tersebut kemarin (2/5). Sebagai gantinya, PT LI akan memberikan kepastian maksimal Kamis (5/5) besok.

“Ini adalah kali pertama banyak klub yang mengajukan diri. Kalau tahun-tahun sebelumnya kan palingan 2-3 tim,” terang Tigor Shalom Boboy, corporate secretary PT LI saat ditemui di kantornya kemarin.

Dari delapan klub yang lolos, mayoritas sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Di antaranya ialah Persidafon Dafonsoro, Persiba Bantul, Gresik United (GU), Mitra Kukar maupun PSMS Medan. PT LI pun harus benar-benar jeli untuk menentukan klub mana yang akan didapuk menjadi tuan rumah.

Baca Juga :  1 PSMS v Semen Padang 1: Djanur Kecewa

Mereka memberikan tiga syarat bagi sebuah tim untuk bisa menjadi tuan rumah. Tiga syarat itu ialah faktor stadion, fairness serta kesiapan untuk materi sponsor. Masalahnya, klub-klub yang mengajukan diri tersebut juga memberikan jaminan bakal bisa memenuhi tiga syarat tersebut.

“Kami juga belum memikirkan wacana apakah nantinya tuan rumah akan digelar di Jawa dan Luar Jawa,” tambah Tigor.

Dari tiga unsur tersebut, faktor netralitas bakal menjadi hal yang krusial. Pasalnya, kerap terjadi bahwa tuan rumah dianggap bakal mendapatkan keuntungan non teknis saat turun gelanggang. Hal itulah yang membuat kubu Persiba mengusulkan agar babak delapan besar dilakukan di tempat yang bebas dari klub peserta.

Namun, Tigor menyatakan bahwa hal tersebut tak akan mungkin diterapkan. Pasalnya, tuan rumah memang seringkali memberikan servis bagi tim-tim lain. Di antaranya ialah membebaskan biaya akomodasi hingga mengucurkan match fee untuk tiap peserta.

Baca Juga :  Mohon Doa Restu PSMS Bertolak ke Tenggarong

“Belum lagi masalah animo penonton. Kalau tak ada tim tuan rumah, kemungkinan stadion ramai juga menjadi lebih kecil. Yang pasti kami akan berusaha menggelar pertandingan tersebut agar adil,” tegas Tigor.

Dari pihak PSMS lewat Asisten Manajer Benny Tomasoa, keyakinan akan penunjukkan tuan rumah masih tinggi. Beberapa hal penting penunjang kelayakan dipaparkan kepada PT LI. Termasuk soal akses, kesiapan stadion hingga jaminan keamanan. “Kita berdoa saja semoga kita jadi tuan rumah. Berbagai hal penting sudah layak, tinggal menunggu kepastian dari PT LI,” kata Benny. (ru/ful)

JAKARTA – PT Liga Indonesia (PT LI) dilanda kebingungan. Banyaknya klub yang mengajukan diri membuat mereka tak bisa memutuskan tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama 2010-2011. Padahal, sebelumnya mereka berencana mengumumkan tuan rumah tersebut kemarin (2/5). Sebagai gantinya, PT LI akan memberikan kepastian maksimal Kamis (5/5) besok.

“Ini adalah kali pertama banyak klub yang mengajukan diri. Kalau tahun-tahun sebelumnya kan palingan 2-3 tim,” terang Tigor Shalom Boboy, corporate secretary PT LI saat ditemui di kantornya kemarin.

Dari delapan klub yang lolos, mayoritas sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Di antaranya ialah Persidafon Dafonsoro, Persiba Bantul, Gresik United (GU), Mitra Kukar maupun PSMS Medan. PT LI pun harus benar-benar jeli untuk menentukan klub mana yang akan didapuk menjadi tuan rumah.

Baca Juga :  Desak Renovasi

Mereka memberikan tiga syarat bagi sebuah tim untuk bisa menjadi tuan rumah. Tiga syarat itu ialah faktor stadion, fairness serta kesiapan untuk materi sponsor. Masalahnya, klub-klub yang mengajukan diri tersebut juga memberikan jaminan bakal bisa memenuhi tiga syarat tersebut.

“Kami juga belum memikirkan wacana apakah nantinya tuan rumah akan digelar di Jawa dan Luar Jawa,” tambah Tigor.

Dari tiga unsur tersebut, faktor netralitas bakal menjadi hal yang krusial. Pasalnya, kerap terjadi bahwa tuan rumah dianggap bakal mendapatkan keuntungan non teknis saat turun gelanggang. Hal itulah yang membuat kubu Persiba mengusulkan agar babak delapan besar dilakukan di tempat yang bebas dari klub peserta.

Namun, Tigor menyatakan bahwa hal tersebut tak akan mungkin diterapkan. Pasalnya, tuan rumah memang seringkali memberikan servis bagi tim-tim lain. Di antaranya ialah membebaskan biaya akomodasi hingga mengucurkan match fee untuk tiap peserta.

Baca Juga :  PSMS Janji Bangkit

“Belum lagi masalah animo penonton. Kalau tak ada tim tuan rumah, kemungkinan stadion ramai juga menjadi lebih kecil. Yang pasti kami akan berusaha menggelar pertandingan tersebut agar adil,” tegas Tigor.

Dari pihak PSMS lewat Asisten Manajer Benny Tomasoa, keyakinan akan penunjukkan tuan rumah masih tinggi. Beberapa hal penting penunjang kelayakan dipaparkan kepada PT LI. Termasuk soal akses, kesiapan stadion hingga jaminan keamanan. “Kita berdoa saja semoga kita jadi tuan rumah. Berbagai hal penting sudah layak, tinggal menunggu kepastian dari PT LI,” kata Benny. (ru/ful)

spot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/