29 C
Medan
Friday, February 23, 2024
spot_img
spot_img

Spirit Biabo – Czerwoni

Piala antara klub Eropa sudah 14 kali digelar. Terhitung sejak tahun 1960, timnas Polandia baru sekali berlaga di ajang ini. Itupun hanya sampai di babak penyisihan grup pada even yang digelar tahun 2008.

Di tahun itu Polandia menorehkan hasil dua kali kalah dan sekali imbang. Hasil itu diperoleh ketika ditekuk Jerman dengan skor  0-2 pada pertandingan yang berlangsung 8 Juni, selanjutnya bermain imbang 1-1, empat hari berselang, dan kembali takluk dengan skor 0-1 saat menghadapi Kroasia, sepekan kemudian.

Jelas, hasil yang dituai tim berjuluk BiaBo-czerwoni (Putih Merah) itu mengecewakan seluruh rakyat Polandia. Menyikapi masalah tersebut Perdana Menteri Polandia Donald Franciszek Tusk pun menargetkan Polandia yang bersama Ukraina dipercaya sebagai tuan rumah Euro 2012 meraih sukses, baik dari segi penyelenggraan maupun dari sisi prestasi.

Menurutnya, persiapan Polandia untuk menggelar Euro 2012 sudah 100 persen rampung dan siap untuk menerima tamu-tamu khususnya dari 15 negara partisipan Euro lainnya.

“Investasi luar biasa telah kami lakukan jelang Euro 2012 bukanlah stadion-stadion yang indah, terminal bandara yang hebat, jalan-jalan dan stasiun kereta api, melainkan investasi dalam citra dan reputasi Polandia di antara ratusan juta fans yang akan menyaksikan Euro lewat TV dan juga ratusan ribu yang akan datang. Mereka takkan menilai kami dengan sebatas isu olahraga,” tutur sang Perdana Menteri.

“Kami akan menunjukkannya kepada seluruh Eropa dan dunia bahwa Polandia adalah tempat yang bagus, tempat di mana hal-hal hebat terjadi, tempat tinggal orang-orang yang luar biasa dan tempat yang layak untuk dirindukan oleh para pengunjung,” lanjutnya.

Sementara itu Menteri Olahraga Joanna Mucha menambahkan bahwa, kesiapan mereka merupakan buah dari ketelatenan para panitia lokal yang selalu berusaha mengikuti jadwal persiapan sejak beberapa bulan lalu.
“Sejak Februari lalu hingga sekarang, kami telah mengikuti perencanaan dalam pedoman untuk pengoperasian semua persiapan di area turnamen,” timpal Mucha.

Itu dari sisi pelaksanaan. Bagaimana persiapan Polandia agar dapat menorehkan hasil maksimal di ajang Euro 2012, seperti yang pernah mereka lakukan ketika suskes menempati peringkat ketiga pada pelaksanaan Piala Dunia tahun 1974 dan 1982.

Pelatih Polandia Franciszek Smuda mengatakan bahwa meski pada Euro nanti timnya banyak bermaterikan pemain muda, namun dirinyna tetap yakin jika BiaBo-czerwoni takkan memperoleh hasil mengecewakan.

“Mereka kumpulan pemain muda yang memiliki semangat dan mental tak kenal menyerah. Itu sangat penting pada sebuah kompetisi bersifat turnamen seperti ini,” bilang Smuda.

Sesunguhnya Smuda tak sepenuhnya bergantung kepada pemain, karena ada beberapa nama di dalam skuadnya yang justru merupakan nama-nama pemain yang sangat berpengaruh saat membela klubnya masing-masing seperti Wojciech Szczesny (Arsenal), Robert Lewandowski (Borussia Dortmund) dan Lukasz Piszczek (Borussia Dortmund).

“Selama 2,5 tahun, saya punya waktu untuk mengetahui apa yang para pemain bisa lakukan. Saya yakin tim yang telah dipiluh ini bisa memberikan kegembiraan kepada fans,” ungkap Smuda.

“Saya mencoba memilih beberapa pemain muda, tidak hanya untuk Piala Eropa, tapi juga di masa mendatang. Turnamen ini selalu mencetak nama baru, dan saya yakin dua atau tiga diantara mereka berasal dari Polandia,” tambahnya.

“Target kami  adalah lolos fase grup, dan saya yakin kami bisa melakukannya. Rusia memiliki pemain fantastis, dan Yunani merupakan tim bagus. Namun kami bermain di kandang, dan harus melakukan semuanya untuk lolos,” tuntas Smuda. (jun/bbs)

Piala antara klub Eropa sudah 14 kali digelar. Terhitung sejak tahun 1960, timnas Polandia baru sekali berlaga di ajang ini. Itupun hanya sampai di babak penyisihan grup pada even yang digelar tahun 2008.

Di tahun itu Polandia menorehkan hasil dua kali kalah dan sekali imbang. Hasil itu diperoleh ketika ditekuk Jerman dengan skor  0-2 pada pertandingan yang berlangsung 8 Juni, selanjutnya bermain imbang 1-1, empat hari berselang, dan kembali takluk dengan skor 0-1 saat menghadapi Kroasia, sepekan kemudian.

Jelas, hasil yang dituai tim berjuluk BiaBo-czerwoni (Putih Merah) itu mengecewakan seluruh rakyat Polandia. Menyikapi masalah tersebut Perdana Menteri Polandia Donald Franciszek Tusk pun menargetkan Polandia yang bersama Ukraina dipercaya sebagai tuan rumah Euro 2012 meraih sukses, baik dari segi penyelenggraan maupun dari sisi prestasi.

Menurutnya, persiapan Polandia untuk menggelar Euro 2012 sudah 100 persen rampung dan siap untuk menerima tamu-tamu khususnya dari 15 negara partisipan Euro lainnya.

“Investasi luar biasa telah kami lakukan jelang Euro 2012 bukanlah stadion-stadion yang indah, terminal bandara yang hebat, jalan-jalan dan stasiun kereta api, melainkan investasi dalam citra dan reputasi Polandia di antara ratusan juta fans yang akan menyaksikan Euro lewat TV dan juga ratusan ribu yang akan datang. Mereka takkan menilai kami dengan sebatas isu olahraga,” tutur sang Perdana Menteri.

“Kami akan menunjukkannya kepada seluruh Eropa dan dunia bahwa Polandia adalah tempat yang bagus, tempat di mana hal-hal hebat terjadi, tempat tinggal orang-orang yang luar biasa dan tempat yang layak untuk dirindukan oleh para pengunjung,” lanjutnya.

Sementara itu Menteri Olahraga Joanna Mucha menambahkan bahwa, kesiapan mereka merupakan buah dari ketelatenan para panitia lokal yang selalu berusaha mengikuti jadwal persiapan sejak beberapa bulan lalu.
“Sejak Februari lalu hingga sekarang, kami telah mengikuti perencanaan dalam pedoman untuk pengoperasian semua persiapan di area turnamen,” timpal Mucha.

Itu dari sisi pelaksanaan. Bagaimana persiapan Polandia agar dapat menorehkan hasil maksimal di ajang Euro 2012, seperti yang pernah mereka lakukan ketika suskes menempati peringkat ketiga pada pelaksanaan Piala Dunia tahun 1974 dan 1982.

Pelatih Polandia Franciszek Smuda mengatakan bahwa meski pada Euro nanti timnya banyak bermaterikan pemain muda, namun dirinyna tetap yakin jika BiaBo-czerwoni takkan memperoleh hasil mengecewakan.

“Mereka kumpulan pemain muda yang memiliki semangat dan mental tak kenal menyerah. Itu sangat penting pada sebuah kompetisi bersifat turnamen seperti ini,” bilang Smuda.

Sesunguhnya Smuda tak sepenuhnya bergantung kepada pemain, karena ada beberapa nama di dalam skuadnya yang justru merupakan nama-nama pemain yang sangat berpengaruh saat membela klubnya masing-masing seperti Wojciech Szczesny (Arsenal), Robert Lewandowski (Borussia Dortmund) dan Lukasz Piszczek (Borussia Dortmund).

“Selama 2,5 tahun, saya punya waktu untuk mengetahui apa yang para pemain bisa lakukan. Saya yakin tim yang telah dipiluh ini bisa memberikan kegembiraan kepada fans,” ungkap Smuda.

“Saya mencoba memilih beberapa pemain muda, tidak hanya untuk Piala Eropa, tapi juga di masa mendatang. Turnamen ini selalu mencetak nama baru, dan saya yakin dua atau tiga diantara mereka berasal dari Polandia,” tambahnya.

“Target kami  adalah lolos fase grup, dan saya yakin kami bisa melakukannya. Rusia memiliki pemain fantastis, dan Yunani merupakan tim bagus. Namun kami bermain di kandang, dan harus melakukan semuanya untuk lolos,” tuntas Smuda. (jun/bbs)

spot_img

Artikel Terkait

Die Werkself Lolos dengan Agregat 4-1

Sevilla ke Perempat Final Liga Europa

Bayern Munchen di Atas Angin

The Red Devils Lolos Mudah

Nerazzurri ke 8 Besar Liga Europa

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/