Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Tiga Pilar Strategi Baru Orangtua Mengasuh Anak di Era Digital

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
ILUSTRASI;  Seorang anak didampingi kedua orangtuanya bermain hp.
ILUSTRASI; Seorang anak didampingi kedua orangtuanya bermain hp.

Sumutpos.jawapos.com-Di tengah derasnya arus digital, peran orang tua dalam mendidik anak telah mengalami pergeseran yang signifikan. Mengasuh anak kini bukan lagi sekadar soal kasih sayang dan kedisiplinan, tetapi juga tentang membimbing mereka menghadapi dunia digital yang kompleks.


Advertisement

Era teknologi telah memengaruhi cara anak belajar, berinteraksi, dan bahkan membentuk identitas diri melalui perangkat digital. Karena itu, hadir konsep baru dalam pola asuh bernama digital parenting—sebuah strategi yang tidak hanya melarang, tetapi mengarahkan anak dalam menggunakan teknologi secara sehat, kritis, dan produktif.

Dikutip dari laman Childandfamilydevelopment dan Childrenandscreens, ada tiga pilar utama dalam digital parenting yang perlu diperhatikan oleh setiap orangtua: batasan screen time, pendidikan literasi digital, dan komunikasi emosional yang sehat.

1. Tetapkan Batasan Screen Time
Mengelola durasi anak dalam menggunakan layar tidak hanya soal membatasi, tapi juga menciptakan pola penggunaan yang seimbang layaknya “digital diet”. Anak perlu memiliki waktu untuk beraktivitas fisik, belajar tanpa gawai, dan tidur cukup.

Advertisement

Tips:

Buat jadwal harian penggunaan gadget.

Libatkan anak saat membuat aturan agar mereka merasa dihargai.

Advertisement

2. Terapkan Zona Bebas Gadget
Menetapkan area tanpa perangkat elektronik seperti meja makan atau kamar tidur, serta memberlakukan waktu bebas layar menjelang tidur, membantu anak menjaga kualitas tidur, koneksi emosional, dan memperkuat komunikasi keluarga.

3. Ajarkan Literasi Digital & Berpikir Kritis
Anak perlu dilatih untuk memilah informasi, mengenali konten palsu, dan berpikir kritis terhadap apa yang mereka konsumsi di dunia maya. Hal ini akan membentuk karakter anak yang bijak dan bertanggung jawab secara digital.

Langkah Praktis:

Diskusikan berita atau konten viral bersama anak.

Tunjukkan cara memverifikasi informasi secara mandiri.

4. Bangun Kecerdasan Emosional
Penting bagi orang tua membantu anak memahami dan mengelola emosinya ketika berhadapan dengan konten digital. Tanyakan perasaan mereka setelah melihat video atau postingan, dan bantu mereka menamai emosi dengan tepat.

5. Libatkan Diri Sebagai Teladan
Anak meniru lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengar. Kurangi penggunaan gadget saat bersama anak, agar mereka belajar dari contoh langsung, bukan hanya aturan.

Digital parenting bukan tentang menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membekali mereka dengan keterampilan untuk bersikap bijak, kritis, dan seimbang dalam penggunaannya. Dengan menerapkan batas layar, membangun literasi digital, dan membina komunikasi emosional yang sehat, orang tua dapat membentuk generasi yang melek teknologi sekaligus stabil secara psikologis.(bbs/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Anggap Sepele! 5 Hal Ini Diam-Diam Bikin Hubungan Retak Setelah Punya Anak

Jangan Anggap Sepele! 5 Hal Ini Diam-Diam Bikin Hubungan Retak Setelah Punya Anak

Punya anak bisa membuat hubungan suami istri merenggang. Kenali 5 penyebab dan cara membangun kembali kedekatan pasangan.

Ketua PDIP Dairi Apresiasi Polisi dan Warga Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sidikalang

Ketua PDIP Dairi Apresiasi Polisi dan Warga Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Anak di Sidikalang

Ketua PDIP Dairi mengapresiasi Polres Dairi dan warga yang mengungkap dugaan kekerasan terhadap anak 7 tahun di Sidikalang.

Celine Evangelista Ikhlas Melepas Anaknya Mondok di Pesantren

Celine Evangelista Ikhlas Melepas Anaknya Mondok di Pesantren

Celine Evangelista membagikan momen haru saat mengantar putri sulungnya, Jemima, mondok di pesantren sebagai bentuk cinta dan keikhlasan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer