Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Realita Menjadi Orangtua: 7 Tanda Kamu Masih Perlu Waktu

Johan Panjaitan • Selasa, 16 September 2025 | 10:20 WIB
ilustrasi: Tujuh tanda kesiapan menjadi orangtua. (FREEPIK)
ilustrasi: Tujuh tanda kesiapan menjadi orangtua. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Menjadi orangtua bukan sekadar fase hidup, itu adalah komitmen seumur hidup yang membawa tanggung jawab besar. Tapi bagaimana kamu tahu apakah kamu benar-benar siap?

Menjadi orangtua bukan tentang menjadi sempurna. Tapi ada beberapa sifat dan kebiasaan yang bisa jadi pertanda kamu masih perlu waktu untuk mempersiapkan diri sebelum membawa seorang anak ke dunia ini.

Dilansir dari geediting, 7 ciri yang menunjukkan tanda bahwa kamu belum siap untuk menjadi orangtua:

1. Terlalu Mementingkan Diri Sendiri (Selfishness)

Mengasuh anak berarti kamu harus siap untuk mengorbankan waktu, kenyamanan, dan kadang impian pribadi.

Jika kamu masih merasa sulit berbagi ruang, barang, atau bahkan waktu dengan orang lain, mungkin kamu perlu mempertimbangkan kembali kesiapanmu.

Menjadi orangtua artinya kamu tidak lagi menjadi pusat duniamu sendiri. Kamu harus siap menempatkan kebutuhan anak di atas kebutuhanmu sendiri—setiap hari.

2. Takut Berkomitmen

Menjadi orangtua adalah bentuk komitmen paling besar dalam hidup. Ini bukan hanya untuk setahun atau lima tahun, tapi seumur hidup.

Jika kamu masih takut terikat dengan satu pekerjaan, satu hubungan, atau bahkan satu rencana jangka panjang, kamu mungkin akan kesulitan menghadapi komitmen yang datang dengan menjadi orangtua.

Komitmen itu bukan hanya untuk masa-masa manis seperti ulang tahun dan kelulusan—tapi juga untuk tantrum, sakit, dan masa-masa sulit.

3. Tidak Stabil Secara Finansial

Menurut data, biaya membesarkan seorang anak hingga usia 17 tahun di Amerika Serikat bisa mencapai $233.610 (belum termasuk biaya kuliah). Jumlah yang besar, bukan?

Kamu tidak perlu menjadi miliarder untuk menjadi orangtua, tapi memiliki kestabilan keuangan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak.

Kalau kamu masih hidup dari gaji ke gaji, atau sedang terjebak utang, mungkin lebih baik untuk memperbaiki kondisi finansial terlebih dahulu.

4. Mudah Stres

Stres adalah bagian dari parenting. Dari malam tanpa tidur hingga krisis tantrum di pusat perbelanjaan—kemampuanmu untuk mengelola stres akan diuji habis-habisan.

Kalau kamu mudah marah, frustrasi karena hal-hal kecil, atau tidak punya strategi untuk mengatasi tekanan, maka ini bisa menjadi masalah besar saat kamu punya anak.

Ingat, anak akan menjadikanmu panutan. Belajar mengelola stres sejak dini bukan hanya baik untukmu, tapi juga untuk mereka.

5. Butuh Kendali Penuh

Kalau kamu tipe orang yang harus memiliki kontrol atas setiap aspek hidupmu, parenting bisa terasa sangat kacau.

Anak-anak tidak mengikuti rencana. Mereka bangun di jam yang aneh, menolak makan saat lapar, atau tiba-tiba sakit di hari kamu punya agenda penting.

Menjadi orang tua berarti belajar untuk melepas kontrol dan beradaptasi dengan hal-hal tak terduga. Kalau kamu belum siap menghadapi ketidakpastian ini, mungkin kamu butuh waktu lebih lama untuk benar-benar siap.

6. Kurang Sabar

Kesabaran adalah mata uang utama dalam dunia parenting. Mengajarkan anak berbicara, membaca, atau bahkan memakai sepatu bisa membutuhkan waktu dan pengulangan yang luar biasa banyak.

Kalau kamu cepat frustasi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kamu akan kesulitan dalam menghadapi perkembangan anak yang sering kali tidak instan.

Ingat, anak tumbuh dan belajar dengan kecepatan mereka sendiri, bukan kecepatan yang kamu inginkan.

7. Sulit Mengutamakan Orang Lain

Menjadi orang tua berarti menempatkan kebutuhan anak di atas kebutuhan pribadi. Bangun tengah malam, menunda mimpi pribadi, atau membatalkan acara penting demi anak—semua adalah bagian dari paket.

Kalau kamu belum siap untuk menomorduakan diri sendiri demi orang lain, itu bukan tanda kamu egois—tapi mungkin kamu butuh lebih banyak waktu untuk tumbuh sebelum siap mengasuh orang lain.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#Fase #orangtua #seumur hidup #komitmen