Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prodi Sistem Komputer Unpab Gelar Workshop 'Innovating the Future of Software Engineering' Bersama Akademisi dan Industri

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
UNPAB: Workshop
UNPAB: Workshop

Sumutpos.jawapos.com-Program Studi (Prodi) Sistem Komputer Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) menyelenggarakan workshop sistem komputer dengan tema Innovating the Future of Software Engineering: Global Trends and Challenges.


Advertisement

Workshop digelar di Ruang Al-Huda Gedung A Unpab, Selasa (16/12).
Kegiatan ini dibuka Dekan Fakultas Sains dan Ilmu Komputer Unpab Dr. Rian Farta Wijaya, S.Kom, M.Kom.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menghadapi perkembangan teknologi global. Sedangkan Ketua Prodi Sistem Komputer Unpab Zulfahmi Syahputra, S.Kom, M.Kom menyampaikan bahwa workshop bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang di bidang rekayasa perangkat lunak.

Workshop menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi industri. Yakni Prof. Dr. Syahril Efendi, S.Si., M.IT (dosen Fasilkom dan Teknik Informatika Universitas Sumatera Utara), Fandy Ramadhan (pimpinan PT OYO Rooms Indonesia) dan Ruly Dwi Arista, S.Kom, M.Kom (dosen Prodi Sistem Komputer Unpab).

Advertisement

Para narasumber membahas tren global rekayasa perangkat lunak, peran kecerdasan buatan, kebutuhan industri digital dan tantangan pengembangan sumber daya manusia di era transformasi teknologi.

Ruly Dwi Arista, S.Kom, M.Kom mengutarakan bahwa era digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari cara bekerja, berkomunikasi hingga menjalankan aktivitas sehari-hari. Setiap sistem modern, baik dalam industri, pendidikan, maupun hiburan, kini bergantung pada perangkat lunak. Dari aplikasi sederhana di ponsel hingga sistem kecerdasan buatan yang kompleks, semua dibangun melalui keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Rekayasa ini bukan hanya tentang menulis kode. Tetapi tentang bagaimana merancang sistem yang aman, efisien dan berkelanjutan. "Mencakup keseluruhan siklus hidup perangkat lunak-mulai dari analisis kebutuhan, desain arsitektur, pengembangan, pengujian hingga pemeliharaan," rinci Ruly Dwi Arista, S.Kom, M.Kom.

Advertisement

Tanpa pendekatan rekayasa perangkat lunak yang baik, sebut Ruly Dwi Arista, S.Kom, M.Kom, sistem digital akan mudah mengalami kegagalan, kebocoran data dan tidak mampu beradaptasi dengan perubahan.

Bagaimana tantangan dan tanggung jawab RPL? Meski banyak keuntungan, lanjutnya, profesi ini juga menghadapi tantangan besar. Seperti keamanan data dan privasi pengguna, kebutuhan update teknologi yang cepat dan terus berubah serta etika pengembangan software, terutama dalam penggunaan AI dan big data.

Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan peserta workshop. Kegiatan ini dipandu oleh Ayu Nadia Lestari, S.Kom, alumni Prodi Sistem Komputer Unpab.

Melalui workshop ini, Prodi Sistem Komputer Unpab berharap dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperkuat sinergi dengan dunia industri, dan mendorong lahirnya inovasi di bidang rekayasa perangkat lunak yang mampu bersaing secara global. (dmp)

Advertisement
Editor : Johan Panjaitan

Artikel Terkait

Dukung Kendaraan Listrik, PLN UID Sumut Resmikan Pelatihan Konversi dan Workshop Bengkel Motor Listrik

Dukung Kendaraan Listrik, PLN UID Sumut Resmikan Pelatihan Konversi dan Workshop Bengkel Motor Listrik

PLN UID Sumut resmikan pelatihan konversi dan workshop bengkel motor listrik di SMK Muhammadiyah 9 Medan

122 Prodi Tutup Sepanjang 2026, Kampus Beralih ke Jurusan Lebih Prospektif

122 Prodi Tutup Sepanjang 2026, Kampus Beralih ke Jurusan Lebih Prospektif

Kemendiktisaintek mencatat 122 prodi ditutup sepanjang 2026 atas usulan kampus dan membentuk tim investigasi kasus pemalsuan riset.

Diduga Kelalaian Oknum Dosen, Mahasiswa Magister RPL UNPAB Keluhkan Tertundanya Sidang dan Wisuda

Diduga Kelalaian Oknum Dosen, Mahasiswa Magister RPL UNPAB Keluhkan Tertundanya Sidang dan Wisuda

Diduga karena seorang oknum dosen. 11 mahasiswa S2 Universitas Panca Budi tidak dapat mengikuti sidang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer