27.6 C
Medan
Wednesday, February 21, 2024
spot_img
spot_img

Bertaraf Internasional

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah

MEDAN- Mendirikan sekolah yang memadukan pendidikan nasional dan internasional dibarengi pendidikan agama melatar belakangi berdirinya Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA).

Sekolah yang beralamat di Jalan Setiabudi ini diresmikan 20 Desember 1997 silam, dengan membuka jalur pendidikan Play Group dan Taman Kanak-kanak (TK)  serta Taman Pendiikan Al- Quran (TPA).
Seiring berjalannya waktu, yayasan yang didirikan Drs Sofyan Raz Ak MM, yang juga Pembina YPSA ini, semakin melebarkan sayap dengan membuka jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni Sekolah Dasar (SD), SMP hingga SMA.
Sesuai visi yayasan mempersiapkan pemimpin masa depan yang bertaqwa dengan wawasan/intelektual yang luas, berakhlaqul karimah dan sehat yang disebut sebagai Golden Generation (generasi emas).
Tidak tanggung-tanggung, YPSA mampu merealisasikan pembuktian sebagai sekolah bertaraf internasional pada seluruh unit PG-TK, SD, SMP, dan SMA dari Lembaga Internasional, Cambridge International  Examinations (CIE) dan Prometric iBT TOEFL Test Center.

Ketua Umum YPSA Hj Rahmawaty Sofyan Raz saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, pembuktian tersebut menunjukkan pendidikan di YPSA mampu mengembangkan pendidikan yang berwawasan global.

“Upaya YPSA yang telah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah dengan keluarnya SK Menteri Pendidikan Nasional sebagai sekolah bertaraf Internasional, serta lembaga internasional  Cambridge International  Examinations (CIE), yang telah diajukan sejak tahun 2009 lalu. Prestasi ini pastinya menunjukkan totalitas dari karakter YPSA yang kuat dan unggul yang pada kelanjutannya mampu meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia yang maju bermartabat dan sejahtera di abad ke-21,” ujarnya.Untuk kurikulum pendidikan yang diterapkan lanjut Rahmawaty, YPSA menerapkan empat kurikulum sekaligus, yakni Departemen Pendiikan nasional (Diknas), Departemen Agama (Depag), lokal YPSA, dan Internasional University of Cambridge.

Setelah dinyatakan memenuhi segala persyaratan sebagai Cambridge International Centre (CIC) pada akhir maret 2011 lalu, maka YPSA kini  berhak melaksanakan ujian sertifikasi CIE secara langsung baik untuk siswa YPSA maupun siswa di luar YPSA.(uma)

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah

MEDAN- Mendirikan sekolah yang memadukan pendidikan nasional dan internasional dibarengi pendidikan agama melatar belakangi berdirinya Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA).

Sekolah yang beralamat di Jalan Setiabudi ini diresmikan 20 Desember 1997 silam, dengan membuka jalur pendidikan Play Group dan Taman Kanak-kanak (TK)  serta Taman Pendiikan Al- Quran (TPA).
Seiring berjalannya waktu, yayasan yang didirikan Drs Sofyan Raz Ak MM, yang juga Pembina YPSA ini, semakin melebarkan sayap dengan membuka jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni Sekolah Dasar (SD), SMP hingga SMA.
Sesuai visi yayasan mempersiapkan pemimpin masa depan yang bertaqwa dengan wawasan/intelektual yang luas, berakhlaqul karimah dan sehat yang disebut sebagai Golden Generation (generasi emas).
Tidak tanggung-tanggung, YPSA mampu merealisasikan pembuktian sebagai sekolah bertaraf internasional pada seluruh unit PG-TK, SD, SMP, dan SMA dari Lembaga Internasional, Cambridge International  Examinations (CIE) dan Prometric iBT TOEFL Test Center.

Ketua Umum YPSA Hj Rahmawaty Sofyan Raz saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, pembuktian tersebut menunjukkan pendidikan di YPSA mampu mengembangkan pendidikan yang berwawasan global.

“Upaya YPSA yang telah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah dengan keluarnya SK Menteri Pendidikan Nasional sebagai sekolah bertaraf Internasional, serta lembaga internasional  Cambridge International  Examinations (CIE), yang telah diajukan sejak tahun 2009 lalu. Prestasi ini pastinya menunjukkan totalitas dari karakter YPSA yang kuat dan unggul yang pada kelanjutannya mampu meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia yang maju bermartabat dan sejahtera di abad ke-21,” ujarnya.Untuk kurikulum pendidikan yang diterapkan lanjut Rahmawaty, YPSA menerapkan empat kurikulum sekaligus, yakni Departemen Pendiikan nasional (Diknas), Departemen Agama (Depag), lokal YPSA, dan Internasional University of Cambridge.

Setelah dinyatakan memenuhi segala persyaratan sebagai Cambridge International Centre (CIC) pada akhir maret 2011 lalu, maka YPSA kini  berhak melaksanakan ujian sertifikasi CIE secara langsung baik untuk siswa YPSA maupun siswa di luar YPSA.(uma)

spot_img
Previous article
Next article

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/