Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Paparkan Peran PTPN Mendukung Swasembada Pangan dan Energi Nasional

Johan Panjaitan • Minggu, 18 Mei 2025 | 15:30 WIB
HADIAH: Dr Mohammad Abdul Ghani memberi hadiah buku yang ditulisnya kepada peserta yang menyampaikan pertanyaan. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
HADIAH: Dr Mohammad Abdul Ghani memberi hadiah buku yang ditulisnya kepada peserta yang menyampaikan pertanyaan. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

MEDAN-Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dr Mohammad Abdul Ghani memberikan kuliah umum berjudul: Peran PTPN Mendukung Swasembada Pangan dan Energi Nasional pada sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (17/5).

Kegiatan di Auditorium UMSU dihadiri Prof Dr Agussani MAP (rektor), BPH UMSU, kepala Dinas Ketahanan Pangan Provsu, mantan kepala Kantor BPN Deliserdang, wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen dan mahasiswa UMSU serta undangan lainnya. Dalam kesempatan ini dilaksanakan penandatanganan kerja sama UMSU dengan Holding Perkebunan Nusantara.

Dr Mohammad Abdul Ghani dalam paparannya menjelaskan tranformasi organisasi PTPN untuk optimalisasi kinerja dan keberlanjutan bisnis. Kemudian transformasi PTPN memberikan dampak signifikan bagi kinerja perusahaan.

Penulis delapan buku diantaranya Manajemen SDM Perkebunan, Jejak Planters di Tanah Deli, Restorasi Industri Gula di Indonesia serta Jejak Langkah Merengkuh Asa: Autobiografi ini juga mengungkapkan jejak sejarah perkebunan di Sumut. Perkebunan di Sumut merupakan tempat pertama kali adanya perkebunan di dunia.

Tokoh nasional kelahiran Pekalongan pada 17 Desember 1959 menyebutkan asta cita menuju Indonesia Emas 2045 memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru. "Sebagaimana UU Nomor 19 Tahun 2003, PTPN hadir sebagai instrumen negara," katanya.

Meliputi program revitalisasi industri gula nasional dan hilirisasi kelapa sawit (Permenko Nomor 21 Tahun 2022) serta percepatan swasembada gula nasional dan penyediaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati (biofuel) (Perpres Nomor 40 Tahun 2023).

Dr Mohammad Abdul Ghani menjelaskan bahwa minyak kelapa sawit menghasilkan 34 persen produksi edible oil dunia dengan hanya menggunakan delapan persen dari total lahan edible oil dunia. Menjadikan minyak kelapa sawit edible oil dengan produktivitas tertinggi di dunia.

Direktur utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III juga menjabarkan penambahan luas kelapa sawit dapat mengurangi 11 persen lahan dan meningkatkan 22 persen produksi edible oil dunia. "Potensi perkebunan kelapa sawit mendukung daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. PTPN juga membentuk Palm Co dalam rangka mencapai ketahanan pangan dan energi," urainya.

Dipaparkan juga tentang optimalisasi peremajaan sawit rakyat serta incropping padi gogo dan jagung untuk peningkatan produktivitas CPO dan ketahanan pangan. Dipaparkan juga tentang strategi PTPN menopang kemandirian gula nasional dan peningkatan pendapatan petani.

Dalam kesempatan ini, sejumlah peserta kuliah umum menyampaikan pertanyaan antara tentang perkebunan ramah lingkungan, rekrutmen tenaga kerja hingga dukungan terhadap kegiatan penelitian. Setelah menjawab pertanyaan, Dr Mohammad Abdul Ghani memberi hadiah berupa buku yang ditulisnya kepada para peserta yang menyampaikan pertanyaan tersebut. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#umsu #ptpn iii