Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

PKM Institut Kesehatan Helvetia di SMAN 1 Pantaicermin: Edukasi Bahaya Merokok!

Johan Panjaitan • Selasa, 3 Februari 2026 | 09:40 WIB
BAHAYA ROKOK: PKM edukasi bahaya merokok yang diadakan Institut Kesehatan Helvetia di SMAN 1 Pantaicermin. (Istimewa/Sumut Pos)
BAHAYA ROKOK: PKM edukasi bahaya merokok yang diadakan Institut Kesehatan Helvetia di SMAN 1 Pantaicermin. (Istimewa/Sumut Pos)

Sumutpos.jawapos.com-Dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pantaicermin, Kamis (29/1).

PKM dibantu mahasiswa dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Gizi dan S1 Administrasi Rumah Sakit Institut Kesehatan Helvetia. Mahasiswa melakukan kegiatan pengalaman belajar lapangan di Desa Celawan tersebut dari tanggal 15 Januari hingga 9 Februari 2026.

PKM Institut Kesehatan Helvetia di Desa Celawan, Kecamatan Pantaicermin, Kabupaten Serdangbedagai ini dipimpin Ir. Neni Ekowati Januariana, M.PH. Sedangkan anggota tim PKM terdiri Endang Maryanti, SKM., M.Si., Dr. Dra. Indah Anggraini, MSi., Salwa Natasya dan Novita Rianti.

PKM ini mengedukasi peserta tentang bahaya merokok sebagai prilaku determiman kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sekolah ini memiliki 32 guru, enam tendik dan 616 orang peserta didik.

Ir. Neni Ekowati Januariana, M.PH dalam keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (2/2) menjelaskan bahwa ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan berlangsung selama 14 hari.

ISPA merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah. ISPA dapat menimbulkan gejala ringan (batuk, pilek), gejala sedang (sesak, wheezing) bahkan sampai gejala yang berat (sianosis, pernapasan cuping hidung). "ISPA yang berat jika mengenai jaringan paru-paru dapat menyebabkan terjadinya pneumonia," terangnya.

Menurut Kemenkes (2019) berikut ini adalah sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena ISPA adalah berada ditengah keramaian seperti pasar, sekolah dan kantor.

Selain itu, kata Ir. Neni Ekowati Januariana, M.PH., risiko terkena ISPA dapat dialami orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, memiliki riwayat penyakit kronis, usia anak-anak, perokok dan pengaruh udara dingin.

Ketua TIM PKM Institut Kesehatan Helvetia mengemukakan kegiatan ini difokuskan pada edukasi tentang bahaya merokok sebagai perilaku determinan kejadian ISPA yang dilakukan di SMAN 1 Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai.

Saat PKM dibagikan leaflet sehingga memudahkan siswa/siswi SMAN 1 Pantaicermin dalam memahami materi yang diberikan. Kegiatan PKM Institut Kesehatan Helvetia ini diikuti 40 siswa dan 10 siswi kelas 12 SMAN 1 Pantaicermin bersama dengan guru kelas.

Sebelumnya, Tim PKM Institut Kesehatan Helvetia telah memohon izin kepada Kepala SMAN 1 Pantaicermin Ahmad Husein SPd, M.Si agar dapat melaksanakan edukasi di sekolah tersebut.

"Kegiatan berjalan dengan lancar bersama para siswa dan siswi kelas 12 beserta guru. Membahas tentang bahaya merokok, penyakit akibat merokok, mengapa orang merokok, tipe-tipe perokok, bahaya perokok aktif dan perokok pasif serta tips berhenti merokok," kata Ir. Neni Ekowati Januariana, M.PH.

Melalui edukasi ini, dosen Institut Kesehatan Helvetia berharap siswa dan siswi memahami tentang bahaya merokok yang dapat menyebabkan ISPA.

"Hasil penelitian Yermin Sarumaha (2023) ada beberapa faktor yang menyebabkan ISPA, khususnya pada balita adalah tidak ASI eksklusif, imunisasi tidak lengkap, pengetahuan ibu yang kurang tentang ISPA, dan terpapar asap rokok orangtua. Sedangkan penyebab remaja merokok faktor yang paling mempengaruhi adalah karena orangtua dan guru yang merokok," kata ketua Tim PKM Institut Kesehatan Helvetia.

Sementara itu faktor risiko kejadian ISPA dipengaruhi oleh faktor intriksik (umur, jenis kelamin, status gizi, status imunisasi) dan faktor ekstrinsik meliputi kepadatan hunian tempat tinggal, polusi udara, ventilasi, letak dapur, jenis bahan bakar, penggunaan obat nyamuk, asap rokok, penghasilan keluarga, serta faktor pendidikan ibu, umur dan pengetahuan ibu.

Ia menambahkan kebiasaan merokok yang banyak dilakukan oleh remaja akan memicu kejadian ISPA, meskipun tidak secara langsung, namun untuk jangka panjang harus diperhatikan dari sekarang.

"Apalagi dengan cara merokok bentuk baru seperti vape dan juga banyak lagi cara merokok bentuk baru yang akan datang dengan varian bentuk, rasa dan berbagai cara yang semakin canggih dengan teknologi yang terus berkembang maka bukan ISPA saja yang akan dialami," sebut Ir. Neni Ekowati Januariana, M.PH.

Hal ini juga berakibat ke penyakit berat seperti jantung, paru-paru dan penyakit yang lainnya. "Untuk itu pencegahan prilaku merokok harus dimulai dari sekarang. Orangtua dan guru juga tidak boleh merokok. Remaja yang merokok kebanyakan meniru prilaku orangtua dan gurunya.

Dalam kesempatan ini dilakukan juga diperkenalkan tentang Institut Kesehatan Helvetia terdiri tiga fakultas dan 20 program studi. "Fakultas kedokteran terdiri program studi S1 kedokteran dan profesi dokter serta S1 kedokteran gigi dan profesi dokter gigi," kata Endang Maryanti, SKM, M.Si didampingi Dr. Dra. Indah Anggraini, M.Si dari Bagian Promosi Institut Kesehatan Helvetia.

Ia menambahkan bahwa fakultas kesehatan masyarakat terdiri S2 kesehatan masyarakat, S1 kesehatan masyarakat, S1 administrasi rumah sakit, S1 gizi, D4 K3 dan S1 psikologi

Sedangkan fakultas farmasi dan kesehatan terdiri S1 kebidanan, S1 farmasi, S1 keperawatan, S1 fisioterapi, profesi ners, profesi bidan, profesi apoteker, D3 farmasi, D3 kebidaan dan D3 keperawatan.

Selain itu Yayasan Helvetia juga mempunyai enam rumah sakit milik sendiri sehingga alumni Institut Kesehatan Helvetia dapat langsung dapat bekerja di rumah sakit tersebut.

Pada PKM Institut Kesehatan Helvetia juga dibagikan brosur, kalender dan juga souvenir kepada siswa, guru dan kepala sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan semua pihak mendapat manfaat dari kegiatan tersebut. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#ispa #institut kesehatan helvetia #bahaya #merokok #PKM #remaja #edukasi