Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UMA Tingkatkan Kualitas SDM dan Riset Berdampak

Johan Panjaitan • Selasa, 17 Februari 2026 - 21:35 WIB

COFFEE MORNING: Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc (2 kanan) saat coffee morning di kampus UMA, Senin (16/2). (Istimewa/Sumut Pos)
COFFEE MORNING: Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc (2 kanan) saat coffee morning di kampus UMA, Senin (16/2). (Istimewa/Sumut Pos)


Sumutpos.jawapos.com-Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc menegaskan bahwa Universitas Medan Area (UMA) hingga saat ini masih leading dalam segala prestasi. Karenanya universitas yang terakreditasi unggul ini siap menuju Word Class University (WCU).

Hal ini disampaikan rektor UMA didampingi Wakil Rektor UMA Bidang Mutu, Sumber Daya dan Perekonomian Prof. Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom, IPM, Asean Eng, Apec, Eng dan Kepala Bidang Humas UMA Zarina Alfandari, S.Psi, Senin (16/2).

"Kita dari awal tetap mencanangkan level dunia dan langkah itu sudah mulai pelan-pelan dilakukan menuju word university," kata Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc saat coffee morning di kampus UMA Jalan Kolam Medan Estate.

Kesiapan itu seiring UMA dipercaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) untuk menghadiri diskusi untuk mempersiapkan langkah strategis perguruan tinggi menjadi kelas dunia. Perguruan tinggi yang mewakili dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I hanya dua.

"Alhamdulillah kita sudah dipercaya pemerintah dalam hal ini Kemdiktisaintek. UMA itu sudah layak bisa bersaing di tingkat Internasional," sebut rektor.

UMA menjadi world class university, kata rektor, sudah dicanangkan dari awal. Langkah itu dibuktikan dengan visi green digital university dan sustainable campus atau kampus yang berkelanjutan.

UMA juga memiliki peringkat penelitian-penelitian berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang sudah level internasional. "Jadi penelitian, pengajaran, pengabdian dan kegiatan lainnya harus ada kaitan dengan SDGs. UMA satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Sumatera yang memiliki green metric dengan sertifikat dari UI dengan peringkat 18 UI GreenMetric tingkat nasional," rincinya.

UI GreenMetric merupakan pemeringkatan internasional tahunan tentang kinerja keberlanjutan universitas. Universitas diberi skor yang mencerminkan upaya mereka dalam mengurangi jejak ekologis universitas dan pendidikan serta penelitian keberlanjutan

Rektor menambahkan bahwa UMA terus mencatatkan berbagai prestasi. UMA memiliki kinerja jurnal ilmiah yang baik di SINTA atau Science and Technology Index.

Berbagai pencapaian menonjol diraih UMA yang merupakan PTS terbaik pertama dalam publikasi penelitian terindeks Scopus untuk LLDikti Wilayah I. Rektor juga mengutarakan bahwa mahasiswa UMA sedang meneliti membuat robot barista yang belum lama ini dipamerkan di Manhattan Medan. 'Kedepan, kami juga akan gaungkan ciri dari UMA itu adalah pembuatan robot yang merupakan bagian dari program studi teknik mesin,' paparnya.

Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc juga mengungkapkan empat program studi UMA menjadi penyelenggara beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI Tahun 2026 yakni doktor ilmu pertanian, magister agribisnis, magister psikologi dan magister manajemen.

UMA juga turut menerapkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Yakni mekanisme pengakuan pengalaman kerja, pelatihan, atau sertifikasi sebagai konversi mata kuliah.

Melalui skema tersebut, sebut rektor, mahasiswa tidak perlu mengulang kompetensi yang telah dimiliki sehingga masa studi dapat diselesaikan lebih efisien.

Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc senang karena mendapat support dari para dosen. Apalagi sudah bertambah lagi guru besar. UMA yang saat ini memiliki 14 guru besar.

Salah satunya adalah Prof. Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom, IPM, Asean Eng, Apec, Eng yang tercatat sebagai profesor termuda di UMA.

Ia juga menjelaskan pemerintah menaruh harapan besar kepada PTS untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat melalui inovasi dan riset untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat digunakan untuk kemajuan universitas maupun bangsa.

Indikator keberhasilan perguruan tinggi kini tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga dampak riset terhadap masyarakat. Karena itu, lanjutnya, UMA mendorong riset yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial. Pengakuan internasional dan akses beasiswa pemerintah akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada UMA.

Kepala Bidang Humas UMA Zarina Alfandari, S.Psi mengatakan bahwa coffee morning bukan sekadar ajang silaturahim, melainkan ruang diskusi produktif untuk menyelaraskan perspektif antara perguruan tinggi dan media.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi, membangun komunikasi yang lebih terbuka dan menyatukan langkah antara media dan UMA menyongsong tahun 2026 yang lebih progesif dan berdampak. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#uma #WCU #unggul #Terakreditasi