MEDAN, SUMUT POS- Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, menjelaskan bahwa rencana renovasi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut sejatinya telah dirancang sejak lama.
Namun pelaksanaannya harus melalui pertimbangan matang, terutama menyangkut kemampuan anggaran serta kondisi eksternal, termasuk situasi bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Menurut Alexander, pada awalnya terdapat keinginan untuk melakukan renovasi total terhadap gedung kantor yang terdiri dari empat lantai tersebut.
Namun setelah dilakukan perhitungan, biaya yang dibutuhkan dinilai sangat besar sehingga perlu strategi agar penggunaan anggaran tetap efektif dan tepat sasaran.
“Rencana renovasi ini sebenarnya sudah lama. Awalnya kita ingin melakukan renovasi total karena gedung ini memang sudah cukup tua. Tetapi kita harus realistis dengan kondisi anggaran dan situasi yang ada,” ujar Alexander saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, di Kantor Dinas Pendidikan Sumut, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, dalam menentukan prioritas renovasi, pihaknya juga mempertimbangkan kondisi pasca-bencana di sejumlah kabupaten/kota di Sumut. Rasa empati terhadap masyarakat terdampak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebijakan alokasi anggaran.
“Kita juga melihat situasi bencana yang terjadi di beberapa daerah. Tentu ada rasa empati dan tanggung jawab untuk memastikan anggaran digunakan secara bijak. Karena itu, kita memilih memulai dari item yang paling prioritas dan paling minim biaya, tetapi berdampak besar,” jelasnya.
Alexander menerangkan bahwa tahap awal renovasi difokuskan pada pembenahan sistem MEP (Mekanis, Elektrikal, dan Plumbing). Menurutnya, sistem tersebut merupakan infrastruktur dasar yang sangat vital bagi operasional gedung.
Setelah pembenahan MEP, prioritas berikutnya adalah penggantian lift yang kondisinya dinilai sudah tidak layak pakai.
“Lift di kantor ini sudah berusia sekitar 20 tahun. Secara teknis sudah sangat tidak layak dan berisiko tinggi. Kalau sampai terjadi kecelakaan fatal, tentu itu menjadi tanggung jawab pimpinan. Jadi aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.
Kantor Disdik Sumut sendiri memiliki tiga unit lift, terdiri dari dua lift di bagian depan dan satu di bagian belakang. Berdasarkan ketersediaan anggaran dan skala prioritas, diputuskan untuk mengganti dua lift di bagian depan terlebih dahulu.
“Kita tidak memaksakan mengganti semuanya sekaligus. Dengan kondisi anggaran dan suasana pasca-bencana, kita memilih mengganti dua lift yang paling banyak digunakan di bagian depan. Ini bentuk pemanfaatan anggaran yang bijak,” kata Alexander.
Ia juga mengungkapkan bahwa usulan pengadaan lift tersebut sebenarnya telah diajukan sejak tahun sebelumnya.
Tim awak media yang mencoba menggunakan lift menuju lantai atas mendapati kondisi yang memprihatinkan. Lift terasa miring dan bergoyang saat beroperasi, menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran bagi pengguna.
Selain itu, usia gedung Disdik Sumut yang sudah cukup tua membuat sejumlah bagian bangunan memang membutuhkan perbaikan segera agar tetap aman dan layak digunakan sebagai pusat pelayanan publik.
Dengan renovasi bertahap ini, Disdik Sumut berharap dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pegawai maupun masyarakat yang datang mengurus keperluan pendidikan, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran daerah. (san/ram)
Editor : Juli Rambe