Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi 300 Ribu Orang Ungkap Rahasia Kebahagiaan Kaum Single

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi. Studi terhadap 300 ribu orang di 32 negara Eropa mengungkap faktor kebahagiaan kaum single.(Instagram @cretivox)
Ilustrasi. Studi terhadap 300 ribu orang di 32 negara Eropa mengungkap faktor kebahagiaan kaum single.(Instagram @cretivox)

Advertisement

sumutpos.jawapos.com - Status lajang atau single tidak selalu identik dengan kesepian dan ketidakbahagiaan. Sebuah analisis yang melibatkan sekitar 300 ribu orang dari 32 negara di Eropa menemukan bahwa orang yang tidak memiliki pasangan romantis tetap bisa menikmati kehidupan yang memuaskan, terutama ketika masih berusia 20-an.

Melansir Instagram @cretivox, Selasa (27/10/3926), salah satu faktor yang membuat kaum single merasa lebih nyaman adalah minimnya tekanan sosial untuk segera menikah. Pada usia tersebut, mereka cenderung belum terlalu sering menghadapi desakan dari kerabat maupun tetangga mengenai kapan akan memiliki pasangan atau membangun rumah tangga.

Selain itu, orang yang tidak memiliki pasangan juga cenderung lebih sering bersosialisasi dengan teman, kerabat, dan rekan kerja dibandingkan mereka yang sudah menikah. Interaksi sosial ini dapat menjadi sumber dukungan emosional sekaligus membantu mereka merasa terhubung dengan lingkungan sekitar.

Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak semua orang yang berstatus lajang memiliki tingkat kebahagiaan yang sama. Cara seseorang memandang kehidupan tanpa pasangan turut memengaruhi kepuasan hidupnya.

Orang yang percaya bahwa kebahagiaan hanya bisa diperoleh melalui hubungan romantis cenderung merasa tidak nyaman ketika menjalani hidup sendirian. Pandangan tersebut dapat membuat mereka lebih sulit menikmati status lajang dan berpotensi menurunkan kepuasan hidup.

Advertisement

Sebaliknya, kaum single yang aktif memelihara hubungan pertemanan cenderung memiliki pengalaman yang lebih positif. Mereka dapat merasa diterima oleh lingkungan, memiliki harga diri yang lebih tinggi, serta lebih nyaman dengan status hubungan mereka.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya pasangan. Kualitas hubungan sosial, penerimaan terhadap diri sendiri, dan cara seseorang memaknai kehidupannya juga berperan penting.

Bagi orang yang masih melajang, membangun pertemanan yang sehat dan menjaga hubungan dengan keluarga dapat menjadi salah satu cara untuk memperoleh dukungan emosional. Mereka juga tidak harus terburu-buru menjalin hubungan romantis hanya karena tuntutan atau ekspektasi sosial.

Pada akhirnya, menikah maupun melajang merupakan pilihan dan kondisi kehidupan yang dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap orang. Kebahagiaan tidak memiliki satu ukuran yang berlaku bagi semua orang, tetapi dapat tumbuh melalui hubungan yang bermakna, penerimaan diri, dan kemampuan menikmati kehidupan yang sedang dijalani.(lin)

Advertisement

Artikel Terkait

Rose Kolaborasi dengan Apple, Single Baru “New Trick” Dirilis 17 September

Rose Kolaborasi dengan Apple, Single Baru “New Trick” Dirilis 17 September

Rose umumkan single terbaru “New Trick” yang dirilis 17 September, berkolaborasi dengan Apple dan direkam memakai iPhone 18 Pro.

Rony Parulian Rilis Februari, Single Romantis Menuju Album Perdana

Rony Parulian Rilis Februari, Single Romantis Menuju Album Perdana

Rony Parulian merilis single Februari pada 7 Agustus, hasil kolaborasi dengan Rendy Pandugo dan Petra Sihombing menuju album perdana.

Rony Parulian Temukan Keindahan di Tengah Ketidakpastian Lewat Single Wals Akhir Zaman

Rony Parulian Temukan Keindahan di Tengah Ketidakpastian Lewat Single Wals Akhir Zaman

Rony Parulian merilis single Wals Akhir Zaman, lagu pop-rock yang mengangkat kisah cinta, harapan, dan keindahan di tengah ketidakpastian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer