Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Standar Ketampanan Bergeser, Hubungan Sehat Jadi Prioritas

Redaksi • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:57 WIB
Ketertarikan perempuan tidak selalu bergantung pada tubuh atletis atau standar fisik tertentu. (Freepik.com)
Ketertarikan perempuan tidak selalu bergantung pada tubuh atletis atau standar fisik tertentu. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Perbincangan tentang standar daya tarik pria kembali ramai diperbincangkan publik setelah muncul unggahan di media sosial yang membahas preferensi perempuan terhadap pasangan.

Diskusi tersebut menyoroti pandangan pakar hubungan Tracey Cox yang menilai ketertarikan perempuan tidak selalu bergantung pada tubuh atletis atau standar fisik tertentu.

Menurut Cox, dalam berbagai dinamika hubungan, kenyamanan emosional justru menjadi faktor penting yang memengaruhi ketertarikan.

Ia menjelaskan, banyak perempuan merasa lebih percaya diri ketika berada bersama pasangan yang tidak menimbulkan tekanan terhadap penampilan fisik mereka. Rasa diterima apa adanya dinilai mampu memperkuat komunikasi dan membangun kedekatan emosional yang lebih sehat.

Ia juga menyoroti perbedaan cara pria dan perempuan memandang tubuh mereka. Dalam sejumlah pengamatan psikologis, pria cenderung melihat tubuhnya secara lebih sederhana tanpa banyak membandingkan diri dengan orang lain.

Sebaliknya, perempuan lebih rentan melakukan perbandingan sosial terhadap penampilan fisik, yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan diri dalam hubungan.

Pandangan tersebut memicu beragam tanggapan dari netizen setelah diunggah oleh akun media sosial Lambegosiip, dilansir Jumat (13/2/2026). Kolom komentar dipenuhi berbagai sudut pandang yang mencerminkan pengalaman dan persepsi masyarakat terhadap standar daya tarik pasangan.

Sebagian netizen mengaku setuju bahwa kenyamanan dan sikap pasangan jauh lebih penting dibandingkan bentuk tubuh. Mereka menilai hubungan yang sehat lahir dari rasa saling menghargai dan dukungan emosional, bukan sekadar penampilan fisik.

“Yang penting nyaman, bisa diajak ngobrol, dan saling mengerti,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam kolom komentar.

Ada pula netizen yang menilai daya tarik seseorang tidak bisa disamaratakan. Menurut mereka, setiap individu memiliki preferensi yang berbeda dalam memilih pasangan, sehingga standar ketertarikan bersifat sangat personal.

“Semua kembali ke selera masing-masing. Ada yang suka atletis, ada juga yang lebih suka sederhana,” tulis komentar lainnya.

Namun, sebagian warganet juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tetap penting, terlepas dari bentuk tubuh seseorang. Mereka menilai pembahasan soal preferensi fisik sebaiknya tidak mengabaikan aspek kesehatan dan gaya hidup seimbang.

Perdebatan di media sosial tersebut menunjukkan bahwa standar daya tarik terus berkembang mengikuti perubahan nilai sosial. Banyak orang mulai menyadari bahwa kualitas emosional seperti empati, rasa aman, serta kemampuan berkomunikasi memiliki peran besar dalam membangun hubungan jangka panjang.

Pada akhirnya, preferensi terhadap pasangan merupakan pilihan personal yang dipengaruhi oleh pengalaman, nilai hidup, dan lingkungan sosial. Meski standar fisik kerap menjadi perhatian, banyak pakar hubungan menilai fondasi relasi yang kuat tetap bertumpu pada kenyamanan emosional dan penerimaan diri. (lin)

Editor : Redaksi
#relationship goals #tips hubungan #Psikologi Cinta #fakta hubungan