31.7 C
Medan
Wednesday, September 27, 2023

Tak Lelah Tularkan Semangat Reboisasi

Anwar Tambuse, Agen Penyelamat Kawasan Pinggir Pantai Deliserdang

Anwar Tambuse (55) pantas disebutkan sebagai  agen penyelamat kawasan pinggir pantai di Kabupaten Deliserdang. Melalui karyanya, belasan kilometer bibir pantai yang kritis akibat pembalakan liar, kembali dihijaukannya dengan menanam tanaman mangrove.

TANAM MANGROVE: Anwar Tambuse (kanan) menanan mangrove bersama dua rekannya.
TANAM MANGROVE: Anwar Tambuse (kanan) menanan mangrove bersama dua rekannya.

Pria yang pernah menyabet penghargan tingkat     provinsi dan kabupaten, Anwas Tambuse yang akrab disapa Ucok Dogol ini tak pernah lelah mengwujukan cita citanya menghijaukan pesisir pantai Sumatera Timur yang kritis. “Kalau diizinkan pemerintah dan didukung, saya menanam pinggir pantai yang gundul dengan tanaman mangrove,” bilang Ucok Dogol saat ditemui di Dusun II Desa Regemuk Kecamatan Pantai Labu.

Selain itu, cita citanya mengajak warga sekitar bibir pantai agar perduli dengan lingkungan pantai. Bahkan untuk mewujudkannya, Ucok Dogol tak sengan sengan membuat pelatihan bagaimana menghinjaukan kembali lahan yang kritis. Biasanya yang datang untuk dilatih para mahasiswa dan masyarakat.
Memang, Ucok Dogol tidak sendiri, Dia dilatih NGO Gajah Sumatera. Di sana dia mendapat pelatihan mulai membuat benih mangrove sendiri, dan kemudian bagaimana benih buatanya ditawarkan keberbagai NGO.

Berkat kegigihannya, sebuah televisi swasta dari Perancis pernah membuat film dokumenter, lokasi pembehihannya dengan tema berjuangan orang menyelamatkan lingkungan hidup melalui penghijauan bibir pantai yang kritis.
“Saya bangga, meski tidak diakui oleh bangsa sendiri tetapi bangsa lain menghargai upaya saya melestarikan lingkungan. tiada materi yang diberikan mereka, tetapi publikasi tentang lingkungan adalah penghargaan tertinggi,” bilangya.

Meski terus giat menanam mangrove dilahan-lahan yang kritis  yang ada. Anwar bersama kelompoknya membudidayakan delapan jenis tanaman mangrove, meliputi, bakau bangka (Rhizophora muncronata),bakau hijau  (Rhizophora stylosa), bakau merah (Rhizophora apicucot), mata buaya (Bruguiera sexargula), tumus (Bruguiera gyamnoryze), cenggadai (Bruguiera paruifolra), nyirih (Xyalocorpus gramatum) dan Api-api (Auicennia Sp).(btr)

Anwar Tambuse, Agen Penyelamat Kawasan Pinggir Pantai Deliserdang

Anwar Tambuse (55) pantas disebutkan sebagai  agen penyelamat kawasan pinggir pantai di Kabupaten Deliserdang. Melalui karyanya, belasan kilometer bibir pantai yang kritis akibat pembalakan liar, kembali dihijaukannya dengan menanam tanaman mangrove.

TANAM MANGROVE: Anwar Tambuse (kanan) menanan mangrove bersama dua rekannya.
TANAM MANGROVE: Anwar Tambuse (kanan) menanan mangrove bersama dua rekannya.

Pria yang pernah menyabet penghargan tingkat     provinsi dan kabupaten, Anwas Tambuse yang akrab disapa Ucok Dogol ini tak pernah lelah mengwujukan cita citanya menghijaukan pesisir pantai Sumatera Timur yang kritis. “Kalau diizinkan pemerintah dan didukung, saya menanam pinggir pantai yang gundul dengan tanaman mangrove,” bilang Ucok Dogol saat ditemui di Dusun II Desa Regemuk Kecamatan Pantai Labu.

Selain itu, cita citanya mengajak warga sekitar bibir pantai agar perduli dengan lingkungan pantai. Bahkan untuk mewujudkannya, Ucok Dogol tak sengan sengan membuat pelatihan bagaimana menghinjaukan kembali lahan yang kritis. Biasanya yang datang untuk dilatih para mahasiswa dan masyarakat.
Memang, Ucok Dogol tidak sendiri, Dia dilatih NGO Gajah Sumatera. Di sana dia mendapat pelatihan mulai membuat benih mangrove sendiri, dan kemudian bagaimana benih buatanya ditawarkan keberbagai NGO.

Berkat kegigihannya, sebuah televisi swasta dari Perancis pernah membuat film dokumenter, lokasi pembehihannya dengan tema berjuangan orang menyelamatkan lingkungan hidup melalui penghijauan bibir pantai yang kritis.
“Saya bangga, meski tidak diakui oleh bangsa sendiri tetapi bangsa lain menghargai upaya saya melestarikan lingkungan. tiada materi yang diberikan mereka, tetapi publikasi tentang lingkungan adalah penghargaan tertinggi,” bilangya.

Meski terus giat menanam mangrove dilahan-lahan yang kritis  yang ada. Anwar bersama kelompoknya membudidayakan delapan jenis tanaman mangrove, meliputi, bakau bangka (Rhizophora muncronata),bakau hijau  (Rhizophora stylosa), bakau merah (Rhizophora apicucot), mata buaya (Bruguiera sexargula), tumus (Bruguiera gyamnoryze), cenggadai (Bruguiera paruifolra), nyirih (Xyalocorpus gramatum) dan Api-api (Auicennia Sp).(btr)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/