Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atalanta Kembali Jadi Asa Sepak Bola Italia

J
Penulis: Johan Panjaitan❯

RAYAKAN: Para pemain Atalanta merayakan kemenangan dramatis mereka atas Borussia Dortmund dengan skor 4-1 di Begamo. (ESPN)
RAYAKAN: Para pemain Atalanta merayakan kemenangan dramatis mereka atas Borussia Dortmund dengan skor 4-1 di Begamo. (ESPN)


Advertisement

BERGAMO, Sumutpos.jawapos.com-Di saat dua raksasa Serie A tumbang, Atalanta BC justru berdiri tegak. La Dea memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions usai melakukan comeback impresif atas Borussia Dortmund, sekaligus menyelamatkan wajah sepak bola Italia di Eropa.

Bermain di New Balance Arena, Bergamo, Kamis (26/2), Atalanta membalikkan defisit dua gol setelah kalah 0-2 pada leg pertama di Signal Iduna Park, Dortmund (18/2). Di hadapan publik sendiri, La Dea tampil beringas dan menghantam Dortmund 4-1 — kemenangan yang bukan hanya membalikkan agregat, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa Italia belum habis.

Advertisement

Harian olahraga ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, menegaskan peran tersebut lewat tajuk utama: Dea d’Italia — Dewi Italia.

Dua Raksasa Tersingkir

Kontras dengan keberhasilan Atalanta, dua wakil Serie A lainnya harus angkat koper. Juventus FC memang menang 3-2 atas Galatasaray SK pada leg kedua. Namun kekalahan telak 2-5 di Istanbul membuat agregat tak terkejar.

Nasib serupa dialami Inter Milan yang dua kali takluk dari wakil Norwegia, FK Bodø/Glimt. Serie A pun tinggal menyisakan satu nama.

Mengulang Narasi 2019–2020

Keberhasilan ini seperti mengulang memori musim 2019–2020, ketika Atalanta menjadi satu-satunya klub Italia yang melangkah hingga perempat final. Saat itu, menghadapi La Dea di fase gugur kerap dianalogikan seperti “pergi ke dokter gigi” — menyakitkan dan tak menyenangkan bagi lawan.

Kini, peringatan serupa kembali bergema. Dalam undian babak 16 besar nanti malam, siapa pun — entah Arsenal FC atau Bayern Munich — harus bersiap menghadapi tim yang bermain tanpa rasa gentar.

Advertisement

“Kami tidak akan berhenti mencapai hal-hal hebat bagi Atalanta,” tegas penyerang Gianluca Scamacca seperti dikutip Calcio Atalanta.

Gelandang Mario Pašalić menambahkan, ambisi tim belum berhenti di sini. “Kami ingin menuliskan sejarah bagi klub ini,” ujarnya.

Bagi Atalanta, tiket 16 besar bukan sekadar pencapaian administratif. Ia adalah simbol daya juang, konsistensi, dan pembuktian bahwa kekuatan sepak bola Italia tak selalu bertumpu pada nama besar.

Di tengah dominasi liga-liga lain, La Dea kembali menjadi wajah Italia di panggung elite Eropa. Dan seperti mitologi yang melekat pada julukannya, Dewi dari Bergamo itu kembali turun dari langit — membawa harapan bagi satu negeri.(jpg/han)

Advertisement

Artikel Terkait

PSG Bidik Sejarah Back-to-Back Liga Champions, Arsenal Siap Gagalkan Misi Les Parisiens

PSG Bidik Sejarah Back-to-Back Liga Champions, Arsenal Siap Gagalkan Misi Les Parisiens

PSG memburu sejarah back-to-back Liga Champions saat menghadapi Arsenal di final Budapest, sementara Ousmane Dembele incar Ballon d’Or.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer