Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mbappé vs PSG: Sengketa Triliunan Euro Meledak di Pengadilan Paris

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Kylian Mbappé saat bergabung di Real Madrid. (instagram Mbappe)
Kylian Mbappé saat bergabung di Real Madrid. (instagram Mbappe)

PARIS, Sumutpos.jawapos.com-Konflik panas antara Kylian Mbappé dan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), resmi naik ke meja hijau dan berubah menjadi drama hukum paling mahal dalam sejarah sepak bola Eropa. Mbappé menggugat PSG sebesar EUR 263 juta (Rp 5,1 triliun). Tak tinggal diam, PSG membalas dengan tuntutan EUR 240 juta (Rp 4,65 triliun) terhadap sang mantan megabintang.


Advertisement

Persidangan perdana digelar di Paris, Senin (18/11), memulai babak baru perseteruan yang sebelumnya berkutat pada gaji, bonus, dan polemik transfer.

Sumber Perseteruan: Transfer Al Hilal yang Gagal

Akar masalah bermula ketika PSG menuding Mbappé merugikan klub karena menolak tawaran fantastis dari Al Hilal pada musim panas 2023. Klub Saudi itu mengajukan proposal mencapai EUR 300 juta (Rp 5,8 triliun)—penawaran tertinggi dalam sejarah sepak bola.

Advertisement

Keputusan Mbappé menolak membuat PSG bereaksi keras: sang bintang dikeluarkan dari skuad pramusim dan dibekukan dari aktivitas utama tim. Pada akhirnya, Mbappé hengkang ke Real Madrid secara gratis di akhir musim 2023–2024, saat kontraknya resmi habis.

PSG menilai sikap Mbappé sebagai bentuk ketidakloyalan. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut pemain 26 tahun itu “bertindak tidak setia terhadap klub”.

Gaji & Bonus Menguap: Pemicu Gugatan Mbappé

Advertisement

Tak hanya soal transfer, Mbappé menuntut PSG atas gaji dan bonus yang menurutnya belum dibayarkan pada bulan-bulan terakhir masa kontraknya. Nilainya diperkirakan mencapai EUR 55 juta (Rp 1,06 triliun).

Gugatan besar ini menjadi pukulan balik setelah PSG lebih dahulu mengajukan tuntutan kompensasi atas “kerugian finansial” akibat penolakan sang pemain terhadap tawaran Al Hilal.

Drama Berlanjut

Pertarungan hukum dua pihak yang sebelumnya bekerja sama selama tujuh tahun ini diprediksi berjalan panjang. Mbappé, kini berseragam Real Madrid, fokus pada karier barunya. Namun bayang-bayang sengketa triliunan rupiah ini masih membuntuti perjalanan profesionalnya.

Kasus Mbappé–PSG bukan lagi sekadar konflik pemain dan klub—melainkan saga finansial terbesar dalam sejarah sepak bola modern, yang akan menentukan standar baru hubungan kontraktual di masa depan.(jpg/han)

Advertisement
Editor : Johan Panjaitan

Artikel Terkait

Ramses Kartago: Putusan Kasasi MA Belum Cukup Jadi Dasar Pemakzulan Gibran

Ramses Kartago: Putusan Kasasi MA Belum Cukup Jadi Dasar Pemakzulan Gibran

Putusan kasasi MA membatalkan Suket Gibran, namun Ramses Kartago menilai keputusan itu belum cukup menjadi dasar hukum pemakzulan Wapres.

Ruben Onsu Siap Rebut Hak Asuh Anak

Ruben Onsu Siap Rebut Hak Asuh Anak

Ruben Onsu bersiap mengajukan gugatan hak asuh anak. Kondisi psikologis dan lingkungan anak menjadi alasan utama langkah hukum tersebut.

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Terdakwa Akui Keterangan Saksi di Hadapan Hakim

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Terdakwa Akui Keterangan Saksi di Hadapan Hakim

Terdakwa Syarifuddin Habibi mengakui keterangan saksi dalam sidang dugaan penipuan dan penggelapan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer