
LONDON, Sumutpos.jawapos.com – Jordan Pickford punya satu harapan menjelang duel Inggris kontra RD Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, besok (1/7). Kiper utama The Three Lions itu ingin pertandingan selesai dalam 90 menit, tanpa harus ditentukan lewat adu penalti.
Bagi Pickford, kemenangan di waktu normal akan menjadi skenario terbaik untuk menandai penampilan ke-30 bersama Inggris di turnamen besar.
"Kami ingin memenangkan pertandingan. Kami tidak ingin sampai adu penalti," ujar Pickford seperti dikutip The Guardian.
Keinginan tersebut cukup menarik. Sebab, sepanjang kariernya bersama tim nasional, Pickford justru berkali-kali menjadi pahlawan Inggris dalam drama tos-tosan.
Salah satu momen paling dikenang terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 ketika ia menggagalkan penalti Kolombia dan membawa Inggris lolos. Aksi serupa kembali diperlihatkannya saat menepis tendangan Manuel Akanji dalam adu penalti kontra Swiss pada perempat final Euro 2024.
Pengalaman panjang itu membuat kiper Everton tersebut tak gentar jika pertandingan kembali harus ditentukan dari titik putih.
"Saya sudah beberapa kali menghadapi adu penalti," katanya.
"Tugas saya adalah melakukan penyelamatan. Di turnamen-turnamen sebelumnya saya selalu berhasil membuat penyelamatan untuk Inggris dalam adu penalti. Saya berharap bisa terus melakukannya."
Meski demikian, Pickford berharap kepiawaiannya tidak perlu kembali menjadi penentu. Menurutnya, Inggris kini memiliki banyak eksekutor penalti berkualitas yang mampu menyelesaikan pertandingan tanpa bergantung pada aksi heroiknya di bawah mistar.



