Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amerika Vs Bosnia: Ancaman Kejutan The Dragons

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
 Christian Pulisic, pemain Timnas Amerika Serikat. (tokopedia)
Christian Pulisic, pemain Timnas Amerika Serikat. (tokopedia)

Advertisement

 

Sumutpos.jawapos.com-Sorotan publik tuan rumah tertuju ke San Francisco Bay Area saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam laga hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (2/7) pukul 07.00 WIB. Di atas kertas, The Yanks lebih diunggulkan. Namun, di balik status favorit itu, tersimpan ancaman nyata dari tim yang datang tanpa beban: The Dragons.

Amerika melangkah ke fase gugur dengan penuh percaya diri. Pasukan Mauricio Pochettino keluar sebagai juara Grup D berkat kemenangan beruntun atas Paraguai dan Australia. Kekalahan 2-3 dari Turki pada laga terakhir fase grup tidak terlalu mengguncang mental tim karena terjadi saat Pochettino melakukan rotasi besar-besaran.

Advertisement

Kapten tim, Tim Ream, menilai tekanan terbesar justru sudah mereka lewati di laga pembuka.

 

Advertisement

“Saya rasa kami merasakan tekanan lebih besar pada pertandingan pertama melawan Paraguai. Namun tekanan itu sebenarnya berasal dari diri kami sendiri, bukan dari luar,” ujar Ream seperti dikutip The Guardian.

Kepercayaan diri Amerika semakin meningkat setelah dua andalan lini depan, Christian Pulisic dan Folarin Balogun, dipastikan pulih sepenuhnya dari cedera. Kehadiran keduanya memberi dimensi berbeda bagi serangan tuan rumah, terutama dalam transisi cepat dan penyelesaian akhir.

 

Jangan Remehkan Bosnia

Meski demikian, Amerika tidak bisa memandang Bosnia sebelah mata. Tim asuhan Sergej Barbarez lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik setelah menaklukkan Qatar 3-1 pada laga penentu Grup B.

Lebih dari sekadar hasil, perjalanan Bosnia menunjukkan karakter yang sulit dipatahkan. Sebelum tampil di Piala Dunia, mereka lebih dulu mengejutkan Eropa dengan menyingkirkan Italia di babak playoff. Kini, mereka datang ke fase gugur dengan keyakinan bahwa kejutan lain masih mungkin diciptakan.

Ream sendiri mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak terjebak asumsi bahwa Bosnia hanya akan bertahan.

 

“Selalu ada hal-hal yang tidak terduga. Saya tidak yakin kami bisa berspekulasi bahwa Bosnia hanya akan bermain defensif. Kami harus mampu mengantisipasi segala kemungkinan,” kata bek veteran itu.

 

Senjata Rahasia Bernama Bola Mati

Jika Amerika memiliki kecepatan dan kreativitas, Bosnia membawa kekuatan fisik sebagai identitas utama. Data Opta mencatat mereka sebagai tim dengan rata-rata tinggi badan tertinggi di Piala Dunia 2026, mencapai 185 cm.

Keunggulan itu bukan sekadar statistik. Selama fase grup, Bosnia sudah mencetak tiga gol dari situasi tendangan sudut. Duel udara menjadi senjata yang sangat mematikan, terutama ketika laga berlangsung ketat dan ruang terbuka semakin sedikit.

Advertisement

Artikel Terkait

Presiden Korea Selatan Murka karena Timnas Gagal di Piala Dunia 2026

Presiden Korea Selatan Murka karena Timnas Gagal di Piala Dunia 2026

Presiden Presiden Korsel Lee Jae Myung meminta evaluasi menyeluruh terkait kekalahan Timnas Korea di Piala Dunia 2026.

Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026: Deretan Big Match Siap Panaskan Fase Gugur

Jadwal 32 Besar Piala Dunia 2026: Deretan Big Match Siap Panaskan Fase Gugur

Jadwal lengkap 32 besar Piala Dunia 2026 mulai 29 Juni hingga 4 Juli. Big match Brasil vs Jepang, Prancis vs Swedia, Argentina vs Tanjung Ve

Top Skor Sementara Piala Dunia 2026:   Messi Dipuncak, Haaland dan Mbappé Tertinggal

Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Messi Dipuncak, Haaland dan Mbappé Tertinggal

Messi kokoh di puncak top skor Piala Dunia 2026 dengan 6 gol, Haaland dan Mbappé tertinggal di fase grup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer