
DALLAS, Sumutpos.jawapos.com– Australia memikul beban yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Saat menghadapi Mesir pada babak 32 besar di AT&T Stadium, Arlington, Dallas, Sabtu(4/1) pukul 01.00 WIB, Socceroos akan bertarung membawa harga diri sepak bola Asia.
Australia kini menjadi satu-satunya wakil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang masih bertahan di turnamen setelah Jepang tersingkir di tangan Brasil pada fase 32 besar. Sebelumnya, tujuh wakil Asia lainnya lebih dulu berguguran sejak fase grup.
Situasi itu membuat setiap langkah Australia kini menjadi representasi harapan Asia di panggung sepak bola dunia.
Meski di atas kertas Mesir diperkuat deretan pemain berkelas seperti Mohamed Salah dan Omar Marmoush, Australia tetap datang dengan rasa percaya diri tinggi. Tim asuhan Tony Popovic yakin kerja kolektif dan disiplin taktik mampu menjadi pembeda.
Australia mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Turki sebelum takluk 0-2 dari tuan rumah Amerika Serikat. Hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga terakhir memastikan mereka lolos sebagai runner-up Grup D dengan koleksi empat poin.
Kini, Popovic ingin anak asuhnya melangkah lebih jauh dan mencatat sejarah baru.
"Sekarang kami akan pergi ke Dallas dan mencoba melakukan sesuatu yang istimewa," ujar Popovic seperti dikutip AFP.
Pelatih berusia 52 tahun itu memanfaatkan jeda sepekan untuk memulihkan kondisi fisik para pemain agar tampil maksimal di laga hidup-mati tersebut.
"Kami memiliki rencana yang baik agar seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik dan mampu menampilkan performa yang memberi kami kesempatan melaju lebih jauh," katanya.
Bidik Kemenangan Pertama di Fase Gugur
Australia memang bukan pendatang baru di babak knockout. Mereka pernah mencapai fase 16 besar pada edisi 2006 dan 2022.



