Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prancis Minta FIFA Batalkan Kartu Kuning Michael Olise Jelang Duel Kontra Maroko

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Prancis meminta FIFA membatalkan kartu kuning Michael Olise. (fcbinside)
Prancis meminta FIFA membatalkan kartu kuning Michael Olise. (fcbinside)

Advertisement

 

BOSTON, Sumutpos.jawapos.com – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengajukan permohonan kepada FIFA agar membatalkan kartu kuning yang diterima gelandang serang Michael Olise pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026. Langkah tersebut diambil demi memastikan pemain Bayern Munchen itu tidak berada dalam ancaman skorsing menjelang fase krusial turnamen.

Menurut laporan L'Equipe, Olise mendapat kartu kuning pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+7, usai terlibat insiden dengan winger Paraguay, Matias Galarza, dalam pertandingan yang berlangsung pada 5 Juli lalu.

Advertisement

Namun, tayangan ulang memperlihatkan situasi yang memunculkan perdebatan. Olise terlihat hanya meletakkan jari telunjuk di depan bibir Galarza, tanpa adanya kontak fisik yang jelas. Tak lama berselang, pemain Paraguay tersebut terjatuh seolah-olah mendapat dorongan sehingga wasit menjatuhkan kartu kuning kepada Olise.

Keputusan itulah yang kini dipersoalkan FFF.

Advertisement

Bagi Prancis, status kartu kuning tersebut memiliki konsekuensi penting. Jika tetap tercatat dan Olise kembali menerima kartu kuning saat menghadapi Maroko pada perempat final, Jumat (10/7/2026), ia otomatis harus menjalani skorsing satu pertandingan apabila Les Bleus berhasil melaju ke semifinal.

Pelatih Prancis Didier Deschamps memilih tidak memperdebatkan kepemimpinan wasit secara berlebihan, tetapi mengakui pertandingan melawan Paraguay berlangsung dengan intensitas tinggi.

"Kami mendapat tiga kartu kuning dalam pertandingan yang penuh pelanggaran. Saya tidak mengatakan kami tidak melakukan pelanggaran, tetapi kedua tim sama-sama banyak melakukannya," ujar Deschamps.

Permohonan Prancis kepada FIFA muncul di tengah sorotan terhadap konsistensi penerapan disiplin di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, FIFA mengizinkan striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar meski sebelumnya menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut memicu perdebatan dan menuai kritik karena dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan serta prinsip fair play.

Kini, Prancis berharap FIFA meninjau kembali insiden yang melibatkan Olise berdasarkan rekaman pertandingan sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan dan akurasi dalam penegakan hukum permainan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sambut Juara Baru! The Plaza Millennium Hadirkan Nobar Piala Dunia 2026 : Banjir Perlombaan dan Penampilan Spesial Guest Star Stevan Pasaribu

Sambut Juara Baru! The Plaza Millennium Hadirkan Nobar Piala Dunia 2026 : Banjir Perlombaan dan Penampilan Spesial Guest Star Stevan Pasaribu

Demam sepak bola terbesar di jagat raya telah memasuki babak paling krusial. Guna memanjakan para pencinta sepak bola di Kota Medan,

Brasil vs Norwegia 1-2: Brace Erling Haaland Hancurkan Mimpi Selecao, Løvene Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Brasil vs Norwegia 1-2: Brace Erling Haaland Hancurkan Mimpi Selecao, Løvene Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Brace Erling Haaland membawa Løvene melaju ke perempat final.

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lawan Siapa?

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lawan Siapa?

Jadwal 16 negara yanga masuk 16 nesar piala dunia 2026. Dan ini lawan negara menuju perempat final piala dunia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer