
JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Final Piala Dunia 2026 memang tidak mempertemukan Lionel Messi dan Kylian Mbappe di lapangan yang sama. Namun, duel dua megabintang sepak bola dunia itu belum benar-benar usai. Keduanya masih terlibat persaingan sengit dalam perebutan penghargaan individu paling prestisius, terutama Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Hingga menjelang dua laga terakhir Piala Dunia, Messi dan Mbappe sama-sama telah mengoleksi delapan gol. Mbappe berpeluang mengambil alih posisi teratas lebih dulu ketika Prancis menghadapi Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga, Minggu (19/7) pagi WIB. Sementara Messi masih memiliki kesempatan menambah koleksi gol saat memimpin Argentina menghadapi Spanyol pada partai final, Senin (20/7) dini hari WIB.
Meski jumlah gol keduanya identik, Messi sementara berada di posisi lebih menguntungkan. Kapten Argentina itu telah membukukan empat assist, unggul satu assist atas Mbappe yang mengoleksi tiga.
Sesuai regulasi FIFA, penentuan Golden Boot tidak hanya berdasarkan jumlah gol. Apabila dua pemain memiliki koleksi gol yang sama, penilaian berikutnya adalah jumlah assist. Jika masih seimbang, penghargaan akan diberikan kepada pemain yang mencatatkan menit bermain lebih sedikit sepanjang turnamen.
Di aspek terakhir inilah Mbappe memiliki keunggulan. Hingga semifinal, penyerang Prancis berusia 27 tahun itu telah bermain selama 666 menit, lebih sedikit dibanding Messi yang mencatat 712 menit. Artinya, jika jumlah gol dan assist keduanya berakhir sama, Mbappe berhak membawa pulang Golden Boot.
Meski demikian, Mbappe mengaku tidak terlalu memikirkan persaingan individu tersebut. Penyerang Prancis itu justru menilai Messi masih memiliki peluang besar menambah pundi-pundi gol di partai final.
"Saya tidak memikirkan peringkat pencetak gol. Saya justru yakin Messi masih bisa mencetak lebih banyak gol," ujar Mbappe, seperti dikutip Sky Sports.
Kane dan Bellingham Belum Menyerah
Persaingan Golden Boot sebenarnya belum sepenuhnya menjadi milik Messi dan Mbappe. Dua bintang Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham, masih memiliki peluang meski jalannya jauh lebih berat.
Keduanya saat ini sama-sama mengoleksi enam gol. Untuk kembali masuk dalam perebutan penghargaan, Kane maupun Bellingham setidaknya harus mencetak dua gol ketika Inggris menghadapi Prancis pada laga perebutan peringkat ketiga.



