
Sumutpos.jawapos.com-Manchester City mengincar kemenangan saat menjamu AEK Athena pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027. Bermain di Etihad Stadium, Rabu (21/10/2026) pukul 02.00 WIB, The Citizens bertekad bangkit setelah menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya.
Laga ini menjadi kesempatan bagi Manchester City untuk memulihkan kepercayaan diri sekaligus menjaga persaingan di papan atas klasemen fase liga. Namun, kemenangan tidak bisa sekadar diandalkan pada reputasi dan keunggulan materi pemain. Pasukan Enzo Maresca perlu tampil lebih disiplin, terutama setelah lini pertahanan mereka kebobolan empat gol ketika menghadapi Paris Saint-Germain.
Kekalahan 2-4 dari PSG pada matchday kedua menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Menghadapi AEK Athena, Manchester City dituntut tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sekaligus mengurangi kesalahan yang bisa memberikan keuntungan bagi lawan.
Di atas kertas, tuan rumah memiliki modal kuat untuk mengamankan tiga poin. Selain bermain di hadapan pendukung sendiri, Manchester City juga mempunyai catatan kandang yang meyakinkan di kompetisi elite Eropa.
Dalam 26 pertandingan terakhir di fase grup atau fase liga Liga Champions, The Citizens hanya dua kali menelan kekalahan. Mereka mencatatkan 21 kemenangan dan tiga hasil imbang.
Rekor tersebut memperlihatkan betapa sulitnya mengalahkan Manchester City di Etihad. Keunggulan itu bisa menjadi faktor penting, terutama jika tuan rumah mampu mengambil kendali permainan sejak menit awal.
AEK Athena Datang dengan Modal yang Belum Stabil
Di kubu lawan, AEK Athena menghadapi tantangan berat untuk mencuri poin di Manchester. Wakil Yunani itu mengawali perjalanan di Liga Champions musim ini dengan kemenangan 1-0 atas LASK, tetapi gagal mempertahankan momentum setelah kalah 1-3 dari Shakhtar Donetsk pada matchday kedua.
Hasil tersebut membuat AEK membutuhkan respons positif jika ingin tetap bersaing dalam fase liga. Akan tetapi, menghadapi Manchester City di kandangnya sendiri tentu bukan perkara mudah.
Tim asuhan Marko Nikolic perlu menunjukkan kedisiplinan tinggi, terutama ketika menghadapi tekanan dari lini serang tuan rumah. Kesalahan dalam menjaga ruang dan mengantisipasi pergerakan pemain Manchester City berpotensi berujung petaka.



