
Sumutpos.jawapos.com-Komentar kontroversial Kylian Mbappe mengenai pemimpin Tiongkok Mao Zedong berbuntut panjang. Televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, melanjutkan aksi boikot siaran kompetisi LaLiga Spanyol sepanjang akhir pekan. Dampaknya, lima pertandingan yang masuk dalam jadwal resmi stasiun televisi tersebut tidak ditayangkan.
Sikap CCTV itu menjadi pukulan bagi LaLiga yang memiliki basis penonton cukup besar di pasar Tiongkok. Persoalan yang bermula dari pernyataan Mbappe kini turut menyeret hubungan komersial antara kompetisi sepak bola Spanyol tersebut dengan sejumlah mitra bisnis di Negeri Tirai Bambu.
Mengutip EFE, otoritas LaLiga mengonfirmasi bahwa tidak satu pun dari lima pertandingan yang tercantum dalam jadwal resmi CCTV pada Jumat dan Sabtu ditayangkan.
" Tidak ada satu pun dari lima pertandingan yang tercantum dalam jadwal resmi mereka (CCTV) yang ditayangkan pada Jumat dan Sabtu," demikian laporan EFE mengutip pernyataan otoritas LaLiga.
Meski siaran televisi pemerintah dihentikan, penggemar sepak bola di Tiongkok masih dapat menyaksikan pertandingan LaLiga melalui platform streaming Migu.
Kontroversi ini bermula dari pernyataan Mbappe dalam siniar The Bridge. Dalam perbincangan tersebut, penyerang Real Madrid itu menyebut salah satu meme favoritnya berkaitan dengan sosok diktator Tiongkok, meski tidak secara langsung menyebut nama Mao Zedong.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi negatif di Tiongkok. Sensitivitas terhadap sosok Mao Zedong membuat komentar Mbappe menjadi persoalan serius di pasar yang selama ini menjadi salah satu wilayah penting bagi industri sepak bola internasional.
Baca Juga: PSMS vs PERSIJA: Motivasi Berlipat Ganda
Mbappe sebenarnya telah menyampaikan permintaan maaf. Presiden LaLiga Javier Tebas juga dilaporkan telah mengirimkan surat kepada CCTV sebagai upaya meredakan polemik tersebut.



