
Sumutpos.jawapos.com– Udinese mengawali era baru bersama Paolo Zanetti dengan ujian yang tidak mudah. Zebrette harus bertandang ke markas Venezia di Stadio Penzo pada Sabtu (7/11/2026) pukul 02.45 WIB dalam lanjutan Serie A Italia.
Mengutip Jawa Pos.com, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Kedua tim sama-sama terjebak di papan bawah dan membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi sekaligus menghindari ancaman degradasi.
Udinese saat ini mengoleksi lima poin dari 10 pertandingan. Sementara Venezia lebih terpuruk dengan hanya mengantongi tiga poin dan menghuni dasar klasemen.
Baca Juga: Kisah Agen BRILink Berkah Nasution di Medan, dari Toko Sembako Kini Berkembang dan Punya Cabang
Dengan selisih dua poin, kemenangan akan sangat berarti bagi kedua kesebelasan. Namun, perhatian lebih tertuju kepada Zanetti yang langsung menghadapi mantan klubnya dalam pertandingan debut bersama Udinese.
Zanetti Punya Misi Menghidupkan Udinese
Pergantian pelatih menjadi langkah darurat manajemen Udinese setelah performa tim terus merosot. Kosta Runjaic akhirnya kehilangan pekerjaan menyusul kekalahan telak 2-5 dari AS Roma pada pertandingan terakhir.
Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Zebrette. Dari delapan pertandingan terakhir, mereka menelan tujuh kekalahan. Bahkan, dalam enam laga Serie A terkini, Udinese hanya mampu meraih satu hasil imbang dan lima kali kalah.
Raihan lima poin dari 10 pertandingan juga menjadi awal musim terburuk Udinese di kasta tertinggi Liga Italia sepanjang abad ini.
Situasi tersebut membuat manajemen menunjuk Paolo Zanetti hingga akhir musim. Pelatih berusia 43 tahun itu diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri sekaligus memperbaiki organisasi permainan tim.
Menariknya, debut Zanetti justru berlangsung di kandang mantan klubnya. Dia pernah menjadi sosok penting dalam perjalanan Venezia hingga berhasil mengakhiri penantian 19 tahun untuk kembali promosi.



