Sumutpos.jawapos.com-Thomas Frank sudah mencatatkan namanya sebagai pelatih pertama yang sukses mempermalukan Pep Guardiola di Premier League musim ini. Tepat pada matchweek kedua, 23 Agustus lalu, ia membawa Tottenham Hotspur menundukkan Manchester City—hasil yang kala itu mengirim sinyal bahwa Spurs tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Kini, peluang mengulang sejarah kembali terbuka. Tottenham akan menjamu Manchester City di Tottenham Hotspur Stadium, London, Minggu (1/2) malam WIB pukul 23.30, disiarkan langsung melalui Vidio. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ujian konsistensi bagi Spurs dan penentu arah perburuan gelar bagi City.
Thomas Frank menyebut keberhasilan Tottenham melangkah ke babak 16 Besar Liga Champions memberi ruang fokus lebih besar di kompetisi domestik.
“Sekarang kami bisa sepenuhnya berkonsentrasi menghadapi Manchester City,” ujar Frank, dikutip dari laman resmi klub.
Namun, fokus belum tentu berbanding lurus dengan hasil. Dalam sepuluh laga terakhir, Spurs memang tampil lebih stabil secara permainan, tetapi hanya mampu meraih tiga kemenangan. Inkonsistensi masih menjadi penyakit utama tim berjuluk The Lilywhites tersebut.
Fakta menarik lainnya, Tottenham justru kerap merepotkan City saat bermain di Etihad Stadium. Dua kunjungan terakhir ke markas City bahkan berujung poin. Sebaliknya, ketika bermain di London, Spurs justru sering kecolongan—sebuah ironi yang menghantui laga kali ini.
Di kubu tamu, asisten pelatih Manchester City, Pep Lijnders, menegaskan bahwa timnya tak boleh lengah. City saat ini tertinggal empat poin dari Arsenal di puncak klasemen dan setiap kesalahan bisa memperlebar jarak.
“Premier League musim ini sangat gila. Semua tim bisa menciptakan kejutan, dan itu bisa saja terjadi pada kami,” ujar Lijnders.
Secara klasemen, jurang kedua tim sangat lebar. Tottenham terdampar di posisi ke-14 dengan 28 poin, sementara City kokoh di peringkat kedua lewat koleksi 46 angka. Bahkan, perolehan poin Spurs kini lebih dekat ke zona degradasi ketimbang ke papan atas.
Lima laga terakhir Tottenham di Premier League juga jauh dari meyakinkan: tanpa kemenangan, tiga hasil imbang, dua kekalahan, enam gol tercipta, dan delapan kali kebobolan. Parahnya, keangkeran kandang pun memudar. Dari 11 laga kandang terakhir, Spurs hanya meraih dua kemenangan, enam kekalahan, dan tiga kali imbang.
Pendekatan ofensif ala Thomas Frank kerap tersendat oleh rapuhnya lini belakang. Filosofi menyerang yang agresif justru membuka banyak celah, membuat Spurs kerap kehilangan kendali di momen krusial.
Manchester City sendiri tak sepenuhnya sempurna. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, mereka mencatatkan tiga kemenangan dan dua kekalahan. Di Premier League, hasilnya lebih datar: satu kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan. Catatan tandang City—lima menang, dua imbang, empat kalah dari 11 laga—juga berada di bawah standar dominasi mereka musim-musim sebelumnya.
Meski demikian, tanda-tanda kebangkitan tetap terlihat. Arsenal mulai goyah sejak pergantian tahun 2026, membuka celah bagi City untuk kembali merebut mahkota Premier League yang terakhir mereka raih pada musim 2023/24.
Erling Haaland kembali menemukan sentuhan terbaiknya, sementara Rodri dalam kondisi fit—dua faktor krusial yang membuat Guardiola tetap percaya diri. Meski harus waspada terhadap sejarah pertemuan dan potensi kejutan Spurs, City masih layak diunggulkan.
Prediksi akhir: Tottenham bisa memberi perlawanan, tetapi kualitas dan kedalaman skuad Manchester City berpotensi menjadi pembeda. The Cityzens diprediksi pulang dengan kemenangan tipis, menjaga asa dalam perburuan gelar tetap menyala.(jpg/han)
Prediksi Susunan Pemain
TOTTENHAM HOTSPUR (3-4-2-1)
1-Vicario (g); 4-Danso, 17-Romero (c), 37-Van de Ven;
24-Spence, 8-Bissouma, 22-Gallagher, 13-Udogie;
28-Odobert, 7-Simons; 19-Solanke
Pelatih: Thomas Frank
MANCHESTER CITY (4-1-4-1)
25-Donnarumma (g); 27-Nunes, 15-Guehi, 45-Khusanov, 33-O’Reilly;
16-Rodri; 42-Semenyo, 47-Foden, 20-Bernardo (c), 21-Ait-Nouri;
9-Haaland
Pelatih: Pep Lijnders