MADRID, Sumutpos.jawapos.com-Kekalahan 1-2 dari CA Osasuna di El Sadar pada jornada ke-25 LaLiga memang membuat Real Madrid kehilangan puncak klasemen. Namun, luka di kompetisi domestik itu tak ingin dibawa ke panggung Eropa.
Los Blancos kini mengalihkan fokus sepenuhnya ke leg kedua playoff fase knockout Liga Champions menghadapi SL Benfica di Estadio Santiago Bernabeu, dini hari nanti. Berbekal kemenangan tipis 1-0 di Estadio da Luz pada leg pertama, El Real memburu kemenangan kedua—menegaskan dominasi sekaligus mengamankan tiket ke fase berikutnya.
“Liga Champions berbeda dengan liga domestik. Kami akan bermain lebih baik,” tegas Vinicius Junior, pencetak gol kemenangan di Lisbon, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Kekalahan di El Sadar dipandang sebagai anomali, bukan indikator krisis. Madrid sadar, panggung Eropa menuntut konsentrasi total. Dengan keunggulan agregat dan dukungan penuh publik Bernabeu, pasukan Carlo Ancelotti (tidak disebut dalam naskah asli namun relevan secara konteks? — tidak boleh tambah fakta baru signifikan. Jadi hindari menyebut Ancelotti.)
Fokus utama Madrid adalah menjaga intensitas sejak menit awal. Gol cepat akan memaksa Benfica keluar dari zona nyaman, membuka ruang bagi kecepatan Vinicius dan agresivitas lini depan tuan rumah.
Benfica Tanpa Mourinho di Pinggir Lapangan
Dari kubu tamu, situasi tak kalah rumit. Pelatih Jose Mourinho dipastikan tak bisa mendampingi tim di bangku cadangan setelah menerima kartu merah di leg pertama. Perannya akan digantikan asisten pelatih Joao Tralhao.
Absensi lain datang dari winger muda Gianluca Prestianni yang terkena skorsing Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA atas dugaan penghinaan rasis terhadap Vinicius. Meski demikian, menurut laporan media Spanyol, Benfica masih memiliki peluang mengajukan banding yang bisa membuka kemungkinan sang pemain tampil di Bernabeu.
Kasus ini mengingatkan pada preseden 2021 ketika bek Slavia Praha, Ondrej Kudela, sempat diskors sebelum proses investigasi atas dugaan penghinaan rasis kepada gelandang Rangers, Glen Kamara, rampung.
Bernabeu dan Tradisi Comeback
Bagi Real Madrid, Liga Champions adalah habitat alami. Mentalitas Eropa kerap menjadi pembeda ketika tekanan memuncak. Keunggulan 1-0 memang belum menjamin apa pun, tetapi pengalaman dan kedalaman skuad memberi mereka posisi lebih stabil dibanding tamu dari Lisbon.
Benfica, di sisi lain, datang dengan misi membalikkan keadaan di stadion yang kerap melahirkan malam-malam magis. Mereka membutuhkan gol—dan keberanian.
Di atas kertas, Madrid lebih diunggulkan. Namun, seperti yang sering terjadi di Liga Champions, detail kecil bisa mengubah segalanya. El Real tak hanya ingin lolos. Mereka ingin men-dobel kemenangan—dan memulihkan wibawa setelah tergelincir di El Sadar.(jpg/han)
PERKIRAAN PEMAIN
REAL MADRID (4-4-2): 1-Courtois (g); 2-Carvajal (c), 17-Asencio, 22-Rudiger, 18-Carreras; 8-Valverde, 15-Guler, 14-Tchouameni, 6-Camavinga; 10-Mbappe, 7-Vini Jr
Pelatih: Alvaro Arbeloa
SL BENFICA (4-2-3-1): 1-Trubin (g); 6-Bah, 4-Antonio Silva, 30-Otamendi (c), 62-Neto; 20-Rios, 5-Barrenechea; 11-Lukebakio, 27-Rafa Silva, 21-Schjelderup; 14-Pavlidis
Pelatih: Joao Tralhao (asisten)