MADRID, Sumutpos.jawapos.com-Malam buruk menimpa Tottenham Hotspur saat bertandang ke markas Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano, kemarin (11/3). Dalam leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League, Spurs dipermalukan tuan rumah dengan skor telak 2-5.
Sorotan tajam langsung mengarah kepada pelatih Spurs, Igor Tudor. Keputusannya menurunkan kiper cadangan Antonín Kinský sebagai starter dianggap menjadi awal bencana bagi tim London Utara tersebut.
Padahal, kiper utama Guglielmo Vicario dilaporkan berada dalam kondisi fit. Namun Tudor justru memilih Kinský yang sepanjang musim baru tampil dua kali.
Keputusan itu terbukti fatal. Dalam 15 menit pertama, gawang Spurs sudah kebobolan tiga kali. Dua di antaranya terjadi akibat kesalahan langsung dari Kinský yang gagal mengantisipasi tekanan pemain Atletico.
Situasi tersebut memaksa Tudor mengambil langkah ekstrem. Pada menit ke-17, ia menarik keluar Kinský dan menggantikannya dengan Vicario. Pergantian kiper yang sangat cepat itu menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam laga tersebut.
“Sebelum pertandingan, saya melihat Vicario berada di bawah tekanan besar. Toni (sapaan Kinský) adalah kiper yang bagus, jadi saya merasa keputusan itu tepat. Tetapi sayangnya dia melakukan kesalahan dalam laga besar seperti ini,” ujar Tudor seperti dikutip dari Football London.
Menariknya, yang pertama menghampiri Kinský saat ditarik keluar justru kapten Spurs Cristian Romero, bukan sang pelatih. Namun Tudor menegaskan keputusan pergantian tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawabnya.
“Itu murni keputusan saya,” tegas pelatih asal Kroasia tersebut.
Langkah Tudor itu juga memicu kritik dari mantan kiper timnas Inggris Joe Hart. Dalam analisanya di TNT Sports, Hart menilai pergantian cepat tersebut justru berpotensi merusak mental kiper muda itu.
“Bermain untuk klub sebesar Spurs, satu kesalahan tidak seharusnya langsung mengubah segalanya. Itu hanya kesalahan teknis. Dia masih muda, 22 tahun, dan belum berpengalaman,” ujar Hart.
Kekalahan telak ini membuat posisi Tottenham berada di ujung tanduk menjelang leg kedua. Sementara bagi Tudor, keputusan kontroversialnya kini menjadi bahan perdebatan panas yang bisa saja menentukan masa depannya di kursi pelatih Spurs.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan