26.7 C
Medan
Saturday, February 4, 2023

UMN Al-Washliyah Bina Pondok Tahfiz Shah Amin, Didik Putra Bangsa Calon Sarjana yang Hafal Al-Quran

KETUA Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Al-Washliyah Dr H Masyuril Khamis melakukan pengguntingan pita menandai dimulainya pembelajaran di Pondok Tahfidz Shah Amin binaan UMN Al-Washliyah di Jalan Sehat I/Aman Medan Sunggal, akhir pekan lalu.

Ketua umum bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pendirian pondok tahfiz yang merupakan wakaf dari H Hasbalah Yunus, H Ajib Shah dan H Said Amin (Ketua PP Kalitim).

Masyuril Khamis mengemukakan bahwa kehadiran Ponpes dapat memberikan berkah bagi Kota Medan karena sudah ada wadah generasi muda penghafal Al-Quran di kota ini. Karena itu, selain berharap anak-anak pondok dapat menuntut ilmu dengan baik, juga mendorong suasana Islami dengan gemar membaca Al-Quran bagi masyarakat.

Ia pun mengajak Danramil, Babinsa, camat, lurah dan masyarakat dapat khatamkan Al-Quran sebulan sekali di Masjid Al-Washliyah yang berada di lokasi pondok.

Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Dr H Hardi Mulyono K Surbakti MAP mennyebutkan bahwa tujuan pendirian Pondok Tahfiz Shah Amin ini untuk mendidik putra bangsa calon sarjana yang hafal Al-Quran.

Tahap pertama jumlah santri 20 orang, dari Aceh, Palas, Sidimpuan dan daerah lainnya. “20 Dulu, kalau sudah berjalan dengan baik akan ditambah. Mereka mendapatkan full beasiswa termasuk kuliah di UMN Al-Washliyah dan sekolah binaan UMN, baik SMA maupun SMP sederajat.

”Tidak dikutip satu rupiah pun, ini kebijakan UMN untuk memuliakan para penghafal Al-Quran. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga operasional perdana pondok ini dapat dita resmikan hari ini,” kata rektor.

Dihadapan Ketua Dewan Pertimbangan PB Al Washliyah Dr H Yusnar Yusuf, Pengasuh Ponpes Zainul Iman Sumenep, Madura  KH Abdullah A Zaini, Pimpinan Ponpes Integrasi Qur’an Bandung KH Dr Iskandar Mirza, rektor yang didampingi Ketua Senat UMN Al-Washliyah Prof Dr Ahmad Laut, wakil rektor dan dekan menegaskan bahwa para santri harus memiliki adab yang baik, menghormati kedua orang tua.

Wagubsu Musa Rajekshah melalui Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setdaprovsu Agus Supriono menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Al-Jamiyatul Washliyah, khususnya UMN Al-Washliyah yang telah membidani pendirian Pondok Tahfiz Shah Amin, yang bertujuan menciptakan  daya saing dalam peningkatan akhlak generasi muda. ”Semoga ikhtiar ini mendapat diridhai Allah SWT,” sebutnya,

Ia berharap launching ini dapat dimaknai positif. Untuk itu penyiapan, metode, guru, fasilitas pendukung harus dipersiapkan, sehingga cita-cita mulia ini tercapai secara maksimal.

Wagubsu juga menyampaikan bahwa wawasan dan komitmen dalam peningkatan mutu perlu terus diperkuat. Untuk itu itu diperlukan inovasi tanpa henti dan terobosan ilmiah. ”Mari tingkatkan ikhtiar yang mengangkat marwah dan kehidupan manusia dimasa depan sebagai tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Acara peresmian itu juga ditandai dengan salat Jumat perdana di Masjid Al-Washliyah di lokasi itu. Sebelumnya mantan Ketua PB Al Washliyah Dr Yusnar Yusuf yang juga qori internasional didaulat melantunkan ayat ayat Al-Quran dengan merdu. (dmp)

KETUA Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Al-Washliyah Dr H Masyuril Khamis melakukan pengguntingan pita menandai dimulainya pembelajaran di Pondok Tahfidz Shah Amin binaan UMN Al-Washliyah di Jalan Sehat I/Aman Medan Sunggal, akhir pekan lalu.

Ketua umum bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pendirian pondok tahfiz yang merupakan wakaf dari H Hasbalah Yunus, H Ajib Shah dan H Said Amin (Ketua PP Kalitim).

Masyuril Khamis mengemukakan bahwa kehadiran Ponpes dapat memberikan berkah bagi Kota Medan karena sudah ada wadah generasi muda penghafal Al-Quran di kota ini. Karena itu, selain berharap anak-anak pondok dapat menuntut ilmu dengan baik, juga mendorong suasana Islami dengan gemar membaca Al-Quran bagi masyarakat.

Ia pun mengajak Danramil, Babinsa, camat, lurah dan masyarakat dapat khatamkan Al-Quran sebulan sekali di Masjid Al-Washliyah yang berada di lokasi pondok.

Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Dr H Hardi Mulyono K Surbakti MAP mennyebutkan bahwa tujuan pendirian Pondok Tahfiz Shah Amin ini untuk mendidik putra bangsa calon sarjana yang hafal Al-Quran.

Tahap pertama jumlah santri 20 orang, dari Aceh, Palas, Sidimpuan dan daerah lainnya. “20 Dulu, kalau sudah berjalan dengan baik akan ditambah. Mereka mendapatkan full beasiswa termasuk kuliah di UMN Al-Washliyah dan sekolah binaan UMN, baik SMA maupun SMP sederajat.

”Tidak dikutip satu rupiah pun, ini kebijakan UMN untuk memuliakan para penghafal Al-Quran. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga operasional perdana pondok ini dapat dita resmikan hari ini,” kata rektor.

Dihadapan Ketua Dewan Pertimbangan PB Al Washliyah Dr H Yusnar Yusuf, Pengasuh Ponpes Zainul Iman Sumenep, Madura  KH Abdullah A Zaini, Pimpinan Ponpes Integrasi Qur’an Bandung KH Dr Iskandar Mirza, rektor yang didampingi Ketua Senat UMN Al-Washliyah Prof Dr Ahmad Laut, wakil rektor dan dekan menegaskan bahwa para santri harus memiliki adab yang baik, menghormati kedua orang tua.

Wagubsu Musa Rajekshah melalui Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setdaprovsu Agus Supriono menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Al-Jamiyatul Washliyah, khususnya UMN Al-Washliyah yang telah membidani pendirian Pondok Tahfiz Shah Amin, yang bertujuan menciptakan  daya saing dalam peningkatan akhlak generasi muda. ”Semoga ikhtiar ini mendapat diridhai Allah SWT,” sebutnya,

Ia berharap launching ini dapat dimaknai positif. Untuk itu penyiapan, metode, guru, fasilitas pendukung harus dipersiapkan, sehingga cita-cita mulia ini tercapai secara maksimal.

Wagubsu juga menyampaikan bahwa wawasan dan komitmen dalam peningkatan mutu perlu terus diperkuat. Untuk itu itu diperlukan inovasi tanpa henti dan terobosan ilmiah. ”Mari tingkatkan ikhtiar yang mengangkat marwah dan kehidupan manusia dimasa depan sebagai tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Acara peresmian itu juga ditandai dengan salat Jumat perdana di Masjid Al-Washliyah di lokasi itu. Sebelumnya mantan Ketua PB Al Washliyah Dr Yusnar Yusuf yang juga qori internasional didaulat melantunkan ayat ayat Al-Quran dengan merdu. (dmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/