27.6 C
Medan
Wednesday, February 21, 2024
spot_img
spot_img

Pj Gubsu, Ketua ABPPTSI Sumut dan Ketua Aptisi Sumut Hadiri Wisuda Politeknik Unggul LP3M

PENJABAT Gubsu Hassanudin bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Unggul LP3M Medan HM Muhammad Nasir Mahmud SE MSi MBA menghadiri wisuda 162 lulusan Politeknik Unggul LP3M di Gedung Selecta Medan, Senin (21/11).

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumut Dr H Asren Nasution MA, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprovsu Muhammad Rahmadani Lubis, Ketua ABPPTSI Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, mewakili Ketua Aptisi Dr H Yanhar Jamaluddin MAP, Direktur Politeknik Unggul LP3M Medan RA Purba SKom MKom dan undangan lainnya.

Pj Gubsu dalam kesempatan ini mendorong lulusan Politeknik Unggul LP3M Medan untuk menjadi wirausaha muda dan tidak hanya bercita-cita jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN atau karyawan swasta. Sebab Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045, salah satu syaratnya harus memiliki rasio kewirausahaan mencapai 4 persen.

Lulusan politeknik mempunyai jiwa entrepreneur, menurut Hassanudin, bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui bisnis. Untuk itu Pemprovsu memiliki program kewirausahawan baru dan kewirausahawan milenial yang menyediakan layanan fasilitas mulai dari mendirikan perusahaan, melatih sumber daya manusia, pembiayaan dan pemasaran.

Pj Gubernur juga berharap lulusan Politeknik Unggul LP3M untuk terus belajar, mengembangkan pengetahuan dan membangun jejaring. Untuk menjadi unggul, harus bisa beradaptasi dengan era digital, cerdas, inisiatif dan berintegritas.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Unggul LP3M HM Muhammad Nasir Mahmud SE MSi MBA mengatakan bahwa untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif melalui kurikulum yang berorientasi dengan keterampilan (vokasi) untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Unggul LP3M menambahkan bahwa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) juga menjadi kurikulum pembelajaran sehingga dapat memelihara akhlak. Selain itu lulusan Politeknik Unggul LP3M memiliki lima sertifikasi keahlian yang sesuai yang diinginkan pemberi kerja. (dmp)

PENJABAT Gubsu Hassanudin bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Unggul LP3M Medan HM Muhammad Nasir Mahmud SE MSi MBA menghadiri wisuda 162 lulusan Politeknik Unggul LP3M di Gedung Selecta Medan, Senin (21/11).

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumut Dr H Asren Nasution MA, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprovsu Muhammad Rahmadani Lubis, Ketua ABPPTSI Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM, mewakili Ketua Aptisi Dr H Yanhar Jamaluddin MAP, Direktur Politeknik Unggul LP3M Medan RA Purba SKom MKom dan undangan lainnya.

Pj Gubsu dalam kesempatan ini mendorong lulusan Politeknik Unggul LP3M Medan untuk menjadi wirausaha muda dan tidak hanya bercita-cita jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN atau karyawan swasta. Sebab Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045, salah satu syaratnya harus memiliki rasio kewirausahaan mencapai 4 persen.

Lulusan politeknik mempunyai jiwa entrepreneur, menurut Hassanudin, bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui bisnis. Untuk itu Pemprovsu memiliki program kewirausahawan baru dan kewirausahawan milenial yang menyediakan layanan fasilitas mulai dari mendirikan perusahaan, melatih sumber daya manusia, pembiayaan dan pemasaran.

Pj Gubernur juga berharap lulusan Politeknik Unggul LP3M untuk terus belajar, mengembangkan pengetahuan dan membangun jejaring. Untuk menjadi unggul, harus bisa beradaptasi dengan era digital, cerdas, inisiatif dan berintegritas.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Unggul LP3M HM Muhammad Nasir Mahmud SE MSi MBA mengatakan bahwa untuk menyiapkan lulusan yang kompetitif melalui kurikulum yang berorientasi dengan keterampilan (vokasi) untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Unggul LP3M menambahkan bahwa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) juga menjadi kurikulum pembelajaran sehingga dapat memelihara akhlak. Selain itu lulusan Politeknik Unggul LP3M memiliki lima sertifikasi keahlian yang sesuai yang diinginkan pemberi kerja. (dmp)

spot_img

Artikel Terkait

spot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Read

Artikel Terbaru

/