Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HUT ke-85 Gerakan Pemuda Al-Washliyah: Pemuda Progresif sebagai Pilar Indonesia Emas

J
Penulis: Johan Panjaitan❯

 


Advertisement

Ketua GPA  Zulkhairi Afandi tengah,  berfoto  bersama  anggota Pemuda Gerakan Al- Washliyah Kota Tebingtinggi (11/1).  (Azanuari Purba/Sumut Pos)
Ketua GPA Zulkhairi Afandi tengah, berfoto bersama anggota Pemuda Gerakan Al- Washliyah Kota Tebingtinggi (11/1). (Azanuari Purba/Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Kota Tebing Tinggi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 dengan mengusung tema “Pemuda Progresif, Pilar Indonesia Emas”. Peringatan ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran pemuda Al-Washliyah sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Tebing Tinggi, Zulkhairi Afandi, yang akrab disapa Bernard, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam dinamika sosial, politik, dan pembangunan nasional. Menurutnya, pemuda harus hadir sebagai agen perubahan yang progresif, berintegritas, serta berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan.

Advertisement

“Pemuda progresif adalah mereka yang mampu berpikir maju dan adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berpijak pada nilai moral, agama, dan kebangsaan. Inilah fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas,” ujar Bernard.

Ia menambahkan, Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus mencetak kader-kader muda yang cakap, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kaderisasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar pemuda mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Advertisement

Di sisi lain, Bernard menegaskan sikap independen organisasi. Menurutnya, GPA tidak akan ragu bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Gerakan Pemuda Al-Washliyah siap mengkritisi kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat. Sikap kritis ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial pemuda dalam menjaga keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui penguatan kapasitas intelektual, sosial, dan spiritual, GPA diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Peringatan HUT ke-85 ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan juga ruang refleksi dan konsolidasi gerakan pemuda agar semakin solid, inovatif, dan responsif terhadap dinamika zaman. Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Tebing Tinggi optimistis bahwa dengan peran aktif pemuda, cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan.(mag-3/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Hari Santri 2026, Pemkab Paluta Tekankan Peran Pesantren Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

Hari Santri 2026, Pemkab Paluta Tekankan Peran Pesantren Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

Peringati Hari Santri 2026, Pemkab Paluta menegaskan peran strategis pesantren dalam mencetak generasi berakhlak,

Pemkab Labura Peringati Harganas ke-33, Tegaskan Peran Ayah Kunci Membangun Generasi Emas 2045

Pemkab Labura Peringati Harganas ke-33, Tegaskan Peran Ayah Kunci Membangun Generasi Emas 2045

Pemkab Labura memperingati Harganas ke-33 bertema "Ayah Wajib Hadir" untuk memperkuat ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045

Perdana Digelar MUI, 13 Grup Hadroh Meriahkan Festival Seni Hadroh 2026 di Tebingtinggi

Perdana Digelar MUI, 13 Grup Hadroh Meriahkan Festival Seni Hadroh 2026 di Tebingtinggi

MUI Tebingtinggi perdana menggelar Festival Seni Hadroh 2026. Sebanyak 13 grup dari tiga daerah meriahkan syiar Islam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer