Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdik–KPAD Labura Satukan Langkah Cegah Kekerasan dan Bullying di Sekolah

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Disdik Labura–KPAD Perkuat Sinergi, Fokus Cegah Kekerasan dan Bullying di Sekolah.  (Asri Tarigan / Sumut Pos )
Disdik Labura–KPAD Perkuat Sinergi, Fokus Cegah Kekerasan dan Bullying di Sekolah. (Asri Tarigan / Sumut Pos )

LABURA, Sumutpos.jawapos.com-Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) memperkuat sinergi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labura guna memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak berjalan optimal, khususnya di lingkungan satuan pendidikan. Hal ini mengemuka dalam kunjungan silaturahmi dan koordinasi KPAD ke Kantor Disdik Labura, Senin (26/1/2026).


Advertisement

Rombongan KPAD Labura yang dipimpin Ketua KPAD Idris Aritonang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Labura Irwan Harahap, didampingi Sekretaris Dinas Jhonny Ramses Simanjuntak beserta jajaran.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu krusial perlindungan anak di dunia pendidikan, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi.

Kepala Dinas Pendidikan Labura Irwan Harahap menegaskan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi tempat yang menjamin rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh peserta didik.

Advertisement

“Sekolah harus menjadi ruang yang melindungi anak, baik secara fisik maupun psikologis. Karena itu, sinergi dengan KPAD sangat penting agar upaya perlindungan anak dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan,” ujar Irwan.

Ia berharap koordinasi lintas lembaga ini dapat memperkuat peran sekolah dalam mencegah sekaligus menangani berbagai persoalan yang berpotensi merugikan anak, sejak dini.

Sementara itu, Ketua KPAD Labura Idris Aritonang menyampaikan bahwa dunia pendidikan merupakan salah satu sektor strategis dalam upaya perlindungan anak, mengingat banyak persoalan anak yang berawal atau terjadi di lingkungan sekolah.

Advertisement

“Diperlukan penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu. Guru dan tenaga pendidik memiliki peran kunci dalam melakukan pencegahan dini serta melaporkan setiap indikasi kekerasan atau pelanggaran hak anak,” tegas Idris.

Ia menambahkan, kolaborasi yang kuat antara KPAD dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang benar-benar aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.(mag-10/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Kejati Sumut Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Meubelir Langkat Rp48,4 Miliar

Kejati Sumut Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Meubelir Langkat Rp48,4 Miliar

Kejati Sumut menyelidiki dugaan korupsi proyek meubelir Dinas Pendidikan Langkat Rp48,4 miliar dengan potensi kerugian negara miliaran rupia

Kejari Labusel Tahan Oknum Manajer BOS Dinas Pendidikan Terkait Dugaan Korupsi Plang Sekolah

Kejari Labusel Tahan Oknum Manajer BOS Dinas Pendidikan Terkait Dugaan Korupsi Plang Sekolah

Kejari Labusel menahan oknum Manajer BOS Dinas Pendidikan terkait dugaan korupsi plang sekolah 2024 dengan kerugian negara Rp113 juta.

Dinas Pendidikan Labura Gandeng BPMP Sumut Perkuat Program STEM di Sekolah

Dinas Pendidikan Labura Gandeng BPMP Sumut Perkuat Program STEM di Sekolah

Dinas Pendidikan Labura sambut Tim BPMP Sumut untuk monitoring program STEM guna memperkuat mutu pendidikan dan kesiapan sekolah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer