Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polri di Bawah Presiden: PC NU Tebingtinggi Dukung Keputusan DPR RI

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Sekretaris Pengurus PC NU Kota Tebingtinggi, Asnawi Mangku Alam.(Azan Purba/Sumut Pos)
Sekretaris Pengurus PC NU Kota Tebingtinggi, Asnawi Mangku Alam.(Azan Purba/Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com– Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah komando Presiden RI, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Tebing Tinggi. Langkah ini dinilai sebagai upaya konstitusional untuk menjaga kesinambungan reformasi sektor keamanan sekaligus memperjelas posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan dan alat negara.


Advertisement

Ketua PC NU Kota Tebing Tinggi melalui Sekretarisnya, Asnawi Mangkualam, SHI, menyatakan bahwa keputusan DPR semakin strategis di tengah pembahasan revisi Undang-Undang Polri, isu rangkap jabatan, serta dinamika hubungan Polri dengan kekuasaan eksekutif.

“Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tebing Tinggi menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan DPR RI yang menempatkan Polri langsung di bawah Presiden dan tidak berada di bawah kementerian tertentu,” tegas mantan Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi periode 2014-2019 itu, Kamis (29/1/2026).

Menurut Asnawi, penempatan Polri di bawah Presiden merupakan pilihan tepat untuk menjaga netralitas institusi kepolisian agar tidak terseret kepentingan politik praktis. Jika Polri berada di bawah kementerian tertentu, risiko intervensi politik atau kelompok akan lebih besar, sehingga mengancam independensi penegakan hukum.

Advertisement

“Polri harus berdiri di atas semua golongan. Netralitas adalah syarat utama agar kepolisian dapat bekerja profesional dan dipercaya publik,” ujarnya.

Asnawi menambahkan, Polri harus tetap fokus pada tugas pokoknya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Peningkatan kepercayaan publik hanya dapat dicapai melalui kinerja yang transparan, akuntabel, dan humanis, sejalan dengan prinsip Presisi: prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

“Polri harus berpihak pada kepentingan bangsa dan negara, bukan pada kepentingan politik jangka pendek,” pungkasnya.(mag-3/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Baru Sebulan Menjabat, Kapolres Tebingtinggi Tuai Apresiasi PC NU Kota Tebingtinggi

Baru Sebulan Menjabat, Kapolres Tebingtinggi Tuai Apresiasi PC NU Kota Tebingtinggi

Kapolres Tebingtinggi AKBP Hotmartua Ambarita mendapat apresiasi PC NU melalui pendekatan humanis, komunikasi lintas sektor, dan sinergi ber

Bupati Batu Bara dan Sugiat Santoso Salurkan 4 Ekor Sapi serta 1 Ton Beras ke Pesantren Taajussalaam

Bupati Batu Bara dan Sugiat Santoso Salurkan 4 Ekor Sapi serta 1 Ton Beras ke Pesantren Taajussalaam

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian dan Anggota DPR RI Sugiat Santoso menyalurkan 4 ekor sapi dan 1 ton beras ke Pesantren Taajussalaam.

Skema Baru Dibutuhkan, Negara Didorong Ambil Alih Ruas Tol Sumatera yang Belum Ekonomis

Skema Baru Dibutuhkan, Negara Didorong Ambil Alih Ruas Tol Sumatera yang Belum Ekonomis

BAKN DPR RI mendorong skema pembiayaan baru dan opsi pengambilalihan negara untuk menjaga keberlanjutan Tol Trans Sumatera.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer