Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asisten III Padang Lawas Lepas Angkatan VII SMA Plus Taruna Bangsa

J
Penulis: Johan Panjaitan❯

Advertisement

 Asisten III Palas lepas angkatan  VII SMA Plus Taruna Bangsa. (Istimewa/Sumut Pos)
Asisten III Palas lepas angkatan VII SMA Plus Taruna Bangsa. (Istimewa/Sumut Pos)

 

Advertisement

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com – Lapangan SMA Plus Taruna Bangsa menjadi saksi pertemuan emosi yang tak sederhana: haru, bangga, dan harapan yang berkelindan dalam satu momentum. Senin (13/04/2026), para taruna dan taruni Angkatan VII Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dilepas, menandai berakhirnya satu fase dan dimulainya perjalanan baru yang lebih menantang.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, yang diwakili oleh Asisten III, Amir Sholeh Nasution. Kehadiran pemerintah daerah menjadi simbol pengakuan atas peran strategis sekolah ini dalam membentuk generasi muda yang berdaya saing.

Advertisement

Dalam sambutan yang sarat makna, Amir Sholeh Nasution menyampaikan pesan Bupati bahwa kelulusan bukanlah garis finis, melainkan gerbang menuju medan pengabdian yang lebih luas—baik di perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.

“Ilmu dan kedisiplinan yang telah kalian tempah di sini adalah bekal utama. Ke depan, kalian diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan daerah,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan satu hal penting: pendidikan bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial.

Sebagai institusi pendidikan dengan pendekatan semi-militer, SMA Plus Taruna Bangsa tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membangun fondasi disiplin, integritas, dan ketangguhan mental.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Yayasan, Edi Saputra Hasibuan, yang menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa sekaligus apresiasi terhadap dukungan pemerintah daerah.

“Bawalah nama baik almamater. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” pesannya.

Kehadiran berbagai unsur, mulai dari aparat kepolisian hingga perwakilan dinas pendidikan, menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan tanggung jawab kolektif. Pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kolaborasi yang berkelanjutan.

Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.

Advertisement

Artikel Terkait

Aturan Baru Berlaku, Pengajuan Pelepasan Status WNI  Dikenai Biaya Rp5 Juta

Aturan Baru Berlaku, Pengajuan Pelepasan Status WNI Dikenai Biaya Rp5 Juta

Pemerintah menetapkan biaya Rp5 juta untuk pelepasan status WNI melalui PP Nomor 30 Tahun 2026. Simak rincian tarif terbaru PNBP.

Kisah Inspiratif Taruna, Anak Pedagang Cakwe yang Kini Jadi Pimpinan Kantor Pusat Baba Parfum Indonesia

Kisah Inspiratif Taruna, Anak Pedagang Cakwe yang Kini Jadi Pimpinan Kantor Pusat Baba Parfum Indonesia

Berawal dari anak pedagang cakwe di Lubukpakam, Taruna kini sukses menjadi pimpinan kantor pusat Baba Parfum Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer