Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Kemandirian

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Walikota Tebingtinggi Iman Iridian  Saragih  bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX (30) Tahun 2026 di halaman pemko Tebingtinggi,  yang berada di jalan Sutomo,  Senin (29/04/2026), (Azan Purba/Sumut Pos)
Walikota Tebingtinggi Iman Iridian Saragih bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX (30) Tahun 2026 di halaman pemko Tebingtinggi, yang berada di jalan Sutomo, Senin (29/04/2026), (Azan Purba/Sumut Pos)

Advertisement

 

TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com -Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di Kota Tebing Tinggi berlangsung khidmat. Upacara yang digelar di halaman Balai Kota, Jalan Dr. Sutomo, Senin (27/4/2026), dipimpin langsung Wali Kota Irdian Saragih sebagai inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menegaskan kembali posisi otonomi daerah sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

“Otonomi daerah mencerminkan kemandirian sekaligus tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan Asta Cita sebagai harapan besar bangsa,” ujar Wali Kota saat membacakan amanat.

Memasuki usia tiga dekade, pelaksanaan otonomi daerah dinilai telah menunjukkan berbagai capaian. Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Di antaranya, integrasi perencanaan dan penganggaran yang belum optimal, birokrasi yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil, serta tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.

Wali Kota menekankan bahwa sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang terukur, mulai dari penguatan integrasi perencanaan, reformasi birokrasi berbasis kinerja, hingga pemanfaatan digitalisasi dan inovasi daerah.

Selain itu, penguatan kemandirian fiskal, kolaborasi antar daerah, peningkatan kualitas layanan dasar, serta upaya pengentasan ketimpangan juga menjadi fokus yang harus terus didorong secara berkelanjutan.

“Momentum 30 tahun otonomi daerah ini harus menjadi pijakan untuk terus berbenah, mengoptimalkan tata kelola pemerintahan, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas di tengah dinamika yang terus berkembang,” tegasnya.

Upacara berlangsung tertib dan ditutup dengan pembacaan sejarah singkat Hari Otonomi Daerah serta sesi foto bersama. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Kompol Rudi Syahputra, Kasi Intelijen Kejari Sai Sintong Purba, serta Pabung 0204/DS Kapt. Inf. PM Simanjuntak.

Turut hadir pula para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, camat, lurah, serta perwakilan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi.(mag-3/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Mau Pikun di Usia 70 Tahun? 7 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Jaga Ketajaman Otak

Tak Mau Pikun di Usia 70 Tahun? 7 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Jaga Ketajaman Otak

Menjaga kesehatan otak hingga usia 70 tahun bisa dilakukan melalui tujuh kebiasaan sederhana, mulai dari rutin belajar, berolahraga, menjaga

Tak Harus Mahal, 6 Makanan Beku Ini Punya Nutrisi Penting untuk Otak

Tak Harus Mahal, 6 Makanan Beku Ini Punya Nutrisi Penting untuk Otak

Kenali 6 makanan beku yang kaya nutrisi dan antioksidan untuk membantu menjaga kesehatan otak, daya ingat, dan fungsi kognitif.

Ketika Hati Patah Terasa Sakit, Ternyata Otak Memprosesnya Mirip Nyeri Fisik

Ketika Hati Patah Terasa Sakit, Ternyata Otak Memprosesnya Mirip Nyeri Fisik

Rasa patah hati ternyata berkaitan dengan area otak yang memproses nyeri. Tapi parasetamol bukan obat untuk mengatasi luka emosional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer