Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Sumut Minta Masyarakat Tetap Waspada akan Hantavirus

J
Penulis: Juli Rambe❯
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rizal. (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rizal. (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi penyebaran penyakit Hantavirus menyusul terbitnya surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi di Sumatera Utara, langkah antisipasi terus diperkuat guna mencegah munculnya penularan di tengah masyarakat.

Advertisement

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rizal menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemantauan perkembangan situasi terkait Hantavirus, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dini.

“Untuk di Sumatera Utara sendiri sampai saat ini belum ada kasus Hantavirus yang terkonfirmasi. Namun demikian, sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di seluruh fasilitas kesehatan maupun jajaran terkait,” ujar Hamid Rizal saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (11/5/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, langkah kesiapsiagaan dilakukan melalui pemantauan situasi secara berkala, penguatan deteksi dini, hingga respon cepat apabila ditemukan gejala atau indikasi yang mengarah pada infeksi Hantavirus.

Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan diminta aktif melakukan pengawasan terhadap kemungkinan munculnya kasus suspek. Selain itu, Dinas Kesehatan juga memperkuat sistem verifikasi terhadap setiap laporan yang diterima dengan melibatkan institusi terkait, termasuk koordinasi bersama Kementerian Kesehatan.

“Kami juga menekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan seluruh kasus penyakit menular dilakukan secara rapi dan cepat, khususnya yang berkaitan dengan dugaan Hantavirus. Ini penting agar penanganan bisa dilakukan lebih awal apabila ditemukan indikasi,” katanya.

Hamid menambahkan, pemerintah turut melakukan penilaian risiko terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi sumber penularan penyakit. Upaya promosi kesehatan juga terus digencarkan melalui penyuluhan kepada masyarakat bersama lintas sektor.

Ia menerangkan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui paparan reservoir seperti tikus dan celurut, termasuk kotoran maupun lingkungan yang terkontaminasi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup sehat.

Advertisement

Artikel Terkait

Wabah Hantavirus Gegerkan Kapal Pesiar Belanda: Tiga Orang Tewas, 24 Penumpang yang Terlanjur Turun Dikejar ke 12 Negara

Wabah Hantavirus Gegerkan Kapal Pesiar Belanda: Tiga Orang Tewas, 24 Penumpang yang Terlanjur Turun Dikejar ke 12 Negara

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga orang dan memicu pelacakan penumpang lintas 12 negara oleh World Health Organiza

Reagen Hantavirus Masih Terbatas, Kemenkes Perkuat Sistem Deteksi Dini

Reagen Hantavirus Masih Terbatas, Kemenkes Perkuat Sistem Deteksi Dini

Kemenkes memperkuat deteksi dini hantavirus di tengah keterbatasan reagen. Pemerintah juga meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan WHO

Hantavirus Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus dan 3 Kematian

Hantavirus Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus dan 3 Kematian

Kemenkes mengungkap ada 23 kasus hantavirus di Indonesia dalam tiga tahun terakhir dengan tiga kematian. Pemerintah kini memperketat pengawa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer