
MEDAN, SUMUT POS- Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya kecelakaan Bus Halmahera di Kabupaten Serdangbedagai yang menewaskan empat orang.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh perusahaan otobus (PO) guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Peristiwa kecelakaan Bus Halmahera tersebut terjadi di wilayah Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi tepatnya di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai.
Baca Juga: Fraksi dan DPD Partai Golkar Sumut Siapkan 5.000 Paket Daging Kurban untuk Kader serta Kaum Duafa
Insiden ini kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan transportasi darat di Sumatera Utara, terlebih sebelumnya juga terjadi kecelakaan bus ALS yang menelan korban jiwa.
Menanggapi hal tersebut, Yuda mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Gubernur Sumut telah mengambil langkah serius dengan memerintahkan pengecekan menyeluruh terhadap armada bus yang beroperasi di Sumatera Utara.
“Bapak Gubernur sudah memerintahkan kepada kami untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh perusahaan otobus di Sumatera Utara. Tujuannya agar seluruh armada benar-benar dalam kondisi layak jalan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Yuda saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, faktor kelayakan kendaraan menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa armada yang tidak memenuhi standar keselamatan sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal dan membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Selain kondisi kendaraan, Dishub Sumut juga menyoroti pentingnya kualitas dan kesiapan pengemudi bus. Yuda meminta seluruh perusahaan otobus lebih selektif dalam merekrut sopir serta memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima saat bertugas.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh PO agar lebih selektif terhadap para pengemudinya. Jangan sampai sopir mengemudi dalam kondisi mengantuk, kelelahan, atau kurang sehat karena itu sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” katanya.


