Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Sumut Perketat Pengawasan Perusahaan Otobus

J
Penulis: Juli Rambe❯
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan (Dok: Ihsan Syahreza/ Sumut Pos)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya kecelakaan Bus Halmahera di Kabupaten Serdangbedagai yang menewaskan empat orang. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh perusahaan otobus (PO) guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Advertisement

Peristiwa kecelakaan Bus Halmahera tersebut terjadi di wilayah Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi tepatnya di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai. 

Insiden ini kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan transportasi darat di Sumatera Utara, terlebih sebelumnya juga terjadi kecelakaan bus ALS yang menelan korban jiwa.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Yuda mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Gubernur Sumut telah mengambil langkah serius dengan memerintahkan pengecekan menyeluruh terhadap armada bus yang beroperasi di Sumatera Utara.

“Bapak Gubernur sudah memerintahkan kepada kami untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh perusahaan otobus di Sumatera Utara. Tujuannya agar seluruh armada benar-benar dalam kondisi layak jalan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Yuda saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, faktor kelayakan kendaraan menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa armada yang tidak memenuhi standar keselamatan sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal dan membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Selain kondisi kendaraan, Dishub Sumut juga menyoroti pentingnya kualitas dan kesiapan pengemudi bus. Yuda meminta seluruh perusahaan otobus lebih selektif dalam merekrut sopir serta memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima saat bertugas.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh PO agar lebih selektif terhadap para pengemudinya. Jangan sampai sopir mengemudi dalam kondisi mengantuk, kelelahan, atau kurang sehat karena itu sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Dua Korban Lakalantas Maut Bus Halmahera di Tol JMKT Sergai Teridentifikasi, Sopir Diduga Melarikan Diri

Dua Korban Lakalantas Maut Bus Halmahera di Tol JMKT Sergai Teridentifikasi, Sopir Diduga Melarikan Diri

Dua korban kecelakaan bus halmahera berhasil dii dentifikasi. Sedangkan sopir diduga melarikan diri.

Bus Halmahera Tabrak Mobil Ayam di Tol Medan–Tebing Tinggi, 4 Penumpang Tewas

Bus Halmahera Tabrak Mobil Ayam di Tol Medan–Tebing Tinggi, 4 Penumpang Tewas

Kecelakaan maut di Tol Medan-Tebing Tinggi melibatkan Bus Halmahera dan mobil pengangkut ayam. Empat penumpang dilaporkan tewas.

Pasca Insiden Bus Halmahera, Manajemen Fokus Tangani Korban di RS Lubuk Pakam

Pasca Insiden Bus Halmahera, Manajemen Fokus Tangani Korban di RS Lubuk Pakam

Kondisi terminal bus halmahera di Jalan Sisingamangaraja Medan terlihat sepi. Manajemen fokus mengurus korban.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer