Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komisi D DPRD Sumut Soroti Kondisi Jalan Tol dan Kelayakan Bus Setelah Kecelakaan Maut

J
Penulis: Juli Rambe❯
Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Sibarani. (Dok: Tim Timbul Jaya Sibarani)
Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Sibarani. (Dok: Tim Timbul Jaya Sibarani)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Sibarani, menyoroti persoalan keselamatan transportasi menyusul terjadinya sejumlah kecelakaan bus yang merenggut korban jiwa dalam sepekan terakhir.

Ia meminta seluruh pihak, mulai dari pengelola jalan tol hingga operator angkutan umum, untuk lebih serius memperhatikan faktor keselamatan demi mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi kecelakaan bus yang terjadi di ruas Jalan Tol Sei Rampah–Perbaungan (Sergi), sebelumnya terjadi kecelakaan Bus ALS di Musi Rawas Sumatera Selatan yang kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan dan kelayakan armada angkutan umum.

Menurut Timbul, kondisi jalan tol yang saat ini masih dipenuhi sejumlah titik perbaikan berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang pengemudi terbatas. Ia menilai pengelola jalan tol harus segera melakukan pembenahan secara menyeluruh agar pengguna jalan dapat merasa aman dan nyaman saat melintas.

Advertisement

“Kami melihat masih banyak titik perbaikan di jalan tol Medan menuju Perbaungan. Kondisi seperti ini tentu rawan menimbulkan kecelakaan, apalagi pada malam hari. Karena itu kami mendesak pengelola jalan tol agar segera melakukan pembenahan sehingga jalan benar-benar layak dan aman digunakan masyarakat,” ujar Timbul saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (12/5/2026).

Selain menyoroti kondisi jalan, politisi Partai Golkar tersebut juga meminta evaluasi terhadap armada bus dan kinerja para pengemudi. Ia menegaskan bahwa penyebab kecelakaan harus diusut secara menyeluruh, apakah berasal dari kerusakan kendaraan atau faktor kelalaian manusia.

“Kita harus melihat apakah kecelakaan ini disebabkan kondisi armada yang tidak layak atau ada human error dari pengemudi. Semua harus dievaluasi agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” katanya.

Timbul juga mengingatkan seluruh perusahaan otobus (PO) agar lebih berhati-hati dalam menjalankan operasional angkutan penumpang. Ia menilai keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dibanding mengejar target perjalanan.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan uji kelayakan kendaraan atau uji KIR secara berkala terhadap seluruh armada bus. Menurutnya, pengawasan rutin terhadap kondisi kendaraan sangat penting untuk memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar aman digunakan di jalan raya.

Advertisement

Artikel Terkait

Empat Tewas dalam Kecelakaan Bus Halmahera di Tol Sergai, Dua Korban Masih Misterius

Empat Tewas dalam Kecelakaan Bus Halmahera di Tol Sergai, Dua Korban Masih Misterius

Kecelakaan Bus Halmahera dan pikap L300 di Tol Sergai menewaskan empat orang, sementara 19 korban lainnya mengalami luka ringan.

Pasca Insiden Bus Halmahera, Manajemen Fokus Tangani Korban di RS Lubuk Pakam

Pasca Insiden Bus Halmahera, Manajemen Fokus Tangani Korban di RS Lubuk Pakam

Kondisi terminal bus halmahera di Jalan Sisingamangaraja Medan terlihat sepi. Manajemen fokus mengurus korban.

Dua Korban Lakalantas Maut Bus Halmahera di Tol JMKT Sergai Teridentifikasi, Sopir Diduga Melarikan Diri

Dua Korban Lakalantas Maut Bus Halmahera di Tol JMKT Sergai Teridentifikasi, Sopir Diduga Melarikan Diri

Dua korban kecelakaan bus halmahera berhasil dii dentifikasi. Sedangkan sopir diduga melarikan diri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer