KPK Telusuri Jejak Digital di PUTR Langkat, Data Komputer Sekretaris Dinas Dibawa Penyidik

STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Pengusutan dugaan korupsi yang menyeret Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim terus bergulir. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, salah satunya menyasar Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Langkat, Rabu (8/7/2026).
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik tidak hanya memeriksa dokumen fisik, tetapi juga menelusuri jejak digital yang tersimpan dalam perangkat komputer di lingkungan Dinas PUTR. Data elektronik dari komputer ruang sekretaris dinas disebut turut dibawa untuk kepentingan penyidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR Langkat, Wahyudiharto, membenarkan kedatangan tim penyidik antirasuah tersebut. Ia menyebut hampir seluruh ruangan di kantor itu diperiksa, mulai dari ruang kepala dinas, sekretaris dinas, hingga empat ruang kepala bidang.
"Semua ruangan digeledah, termasuk ruangan kadis, sekretaris, dan empat ruang kabid. Tidak ada ditemukan dokumen yang dicurigai," ujar Wahyudiharto.
Meski tidak membawa dokumen fisik, kata Wahyu, penyidik mengambil sejumlah data elektronik dari perangkat komputer. Tim juga meminta media penyimpanan berupa flashdisk untuk membawa data yang diperlukan.
Baca Juga: Intelijen Kejari Binjai Bekuk Buronan Narkotika di Mal, Langsung Dieksekusi ke Lapas
"Cuma tadi mereka ada ambil data di komputer, minta flashdisk, dan itu yang dibawa mereka. Data yang diambil dari komputer di ruang sekretaris, tapi saya tidak tahu data apa yang diambil," jelasnya.
Datang dengan Perlengkapan Sendiri
Proses penggeledahan berlangsung dengan prosedur ketat. Menurut Wahyudiharto, sekitar enam orang penyidik datang ke Kantor Dinas PUTR Langkat dengan membawa perlengkapan sendiri, termasuk alat pendukung pemeriksaan.
"Ada sekitar enam orang yang datang ke kantor PUTR. Mereka membawa printer sendiri, kertas sendiri, makanan sendiri. Bahkan dikasih minum pun tidak mau," ungkapnya.
Ia menyebut sejumlah perlengkapan yang dibawa berada dalam koper penyidik, termasuk sarung tangan dan peralatan yang digunakan dalam proses penyelidikan.
Penggeledahan di Kantor PUTR Langkat menjadi bagian dari rangkaian penyidikan KPK yang dilakukan secara serentak. Selain PUTR, tim penyidik juga menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Langkat, ruang kerja Bupati Langkat nonaktif, serta rumah dinas.



