Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Sumut Soroti Dugaan Kebocoran Gas di Grand Polonia

J
Penulis: Juli Rambe❯
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti.(Dok : Rudi Alfahri Rangkuti)
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti.(Dok : Rudi Alfahri Rangkuti)

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti, menyoroti dugaan penyebab ledakan di Grand Polonia pada Senin (20/7/2026).

Dia meminta apabila benar ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan maupun pemeliharaan jaringan gas, maka hal tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi perusahaan. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan jaringan distribusi gas bumi.

Advertisement

"Ada apa sebenarnya? Jangan sampai terjadi keteledoran dari pihak pengelola gas yang tidak melakukan pemeriksaan, pengawasan, bahkan perbaikan terhadap jalur-jalur gas yang mereka miliki. Kami berharap ke depan dilakukan pemeriksaan secara berkala sehingga kejadian seperti ini tidak kembali terulang," kata Rudi saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Selasa (21/7/2026).

Ia menegaskan, meski penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian, perusahaan tetap harus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh infrastruktur gas yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Advertisement

"Kita berharap jangan sampai ada lagi musibah akibat keterlambatan ataupun kelalaian dalam melakukan pengawasan, perbaikan maupun rehabilitasi terhadap saluran-saluran gas bawah tanah. Infrastruktur seperti ini harus dipastikan benar-benar aman karena menyangkut keselamatan masyarakat," ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga menyoroti informasi yang menyebut jaringan gas di kawasan tersebut tidak mendapatkan pemeliharaan dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, maka hal itu menjadi persoalan serius yang harus segera dijawab secara terbuka oleh pihak perusahaan.

Rudi mengatakan Komisi B DPRD Sumut masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan kepolisian sebelum menentukan langkah lanjutan. Namun, ia tidak menutup kemungkinan DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Untuk saat ini memang belum ada agenda mengarah ke sana. Tetapi kemungkinan itu akan kita lakukan setelah melihat perkembangan hasil penyelidikan," katanya.

Terkait adanya perbedaan keterangan antara hasil penyelidikan awal kepolisian dengan penjelasan dari pihak PGN, Rudi meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab ledakan. Meski demikian, menurutnya, perusahaan tidak boleh menganggap persoalan tersebut sebagai hal yang selesai hanya karena masih berlangsung proses investigasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Forum Pemuda NTT Sumut Minta Hak Keluarga Korban Ledakan Grand Polonia Dipenuhi

Forum Pemuda NTT Sumut Minta Hak Keluarga Korban Ledakan Grand Polonia Dipenuhi

Forum Pemuda NTT meminta agar hak ART yang menjadi korban ledakan di Grand Polonia mendapatkan haknya.

Komisi 1 Minta Usut Tuntas Penyebab Ledakan Rumah di Grand Polonia, Robi Barus : Harus Ada yang Bertanggung Jawab

Komisi 1 Minta Usut Tuntas Penyebab Ledakan Rumah di Grand Polonia, Robi Barus : Harus Ada yang Bertanggung Jawab

Anggota DPRD Medan Robi Barus meminta agar penyebab ledakan di grand polonia diusut tuntas. Dan harus ada yang bertanggung jawab.

Pakar Teknik Sipil: Getaran Ledakan di Grand Polonia Mirip Cara Kerja Dinamit Merobohkan Bangunan

Pakar Teknik Sipil: Getaran Ledakan di Grand Polonia Mirip Cara Kerja Dinamit Merobohkan Bangunan

Dosen teknik sipil USU, Makmur Ginting sebut ledakan di Graha Polonia seperti sumber dari dinamit. Terlihat dari getarannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer