PLN Bekali 15 Pemuda Labuhanbatu Keterampilan dan Peralatan Usaha Barista

RANTAUPARAPAT, Sumutpos.jawapos.com– Bagi sebagian orang, secangkir kopi mungkin hanya menjadi teman untuk memulai hari. Namun, bagi 15 pemuda dan pencari kerja di Kabupaten Labuhanbatu, kopi kini menjadi pintu menuju keterampilan, kemandirian ekonomi, dan harapan untuk membangun usaha sendiri.
Harapan tersebut hadir melalui Program Pelatihan Kewirausahaan Barista Coffee yang diselenggarakan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat, berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu.
Program yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli tersebut dirancang untuk mendukung terciptanya wirausaha baru di sektor kopi sekaligus memperluas akses peningkatan kompetensi bagi masyarakat usia produktif.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, menyerahkan secara simbolis bantuan pelatihan dan paket peralatan usaha barista kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di Kantor PLN UP3 Rantauprapat, Rabu (22/7). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 15 peserta terpilih dari sejumlah wilayah di Kabupaten Labuhanbatu, khususnya Kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan.
Setiap peserta memperoleh satu paket peralatan usaha yang terdiri atas satu unit mesin espresso, satu unit grinder kopi, satu set peralatan manual brew, dan satu unit timbangan digital. Para peserta juga memperoleh bahan praktik, sertifikat pelatihan, serta pembekalan keterampilan barista selama tiga hari.
Baca Juga: Dua RS Murni Teguh Raih Diamond WSO, Layanan Stroke Kini Berstandar Dunia
Materi pelatihan mencakup teknik manual brew, dasar pengoperasian mesin espresso, milk steaming, latte art dasar, dan pelayanan pelanggan. Selain kemampuan meracik minuman, peserta dibekali pengetahuan mengenai pemasaran digital, penyusunan harga pokok produksi, penentuan harga jual, serta strategi pengelolaan usaha kopi.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, mengatakan bahwa program pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian agar bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
“Pemberdayaan bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sarana agar masyarakat memiliki keberanian untuk memulai usaha. Kami berharap para peserta dapat menjadikan kesempatan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan pendapatan dan pada waktunya menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Mundhakir.
Menurut Mundhakir, sektor kopi memiliki peluang ekonomi yang luas karena melibatkan berbagai mata rantai usaha, mulai dari petani, pengolah, distributor, peracik kopi, hingga pelaku usaha kedai. Peluang tersebut perlu ditangkap melalui peningkatan kompetensi, inovasi produk, konsistensi kualitas, pelayanan yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital.



